PADANG LAWAS UTARA, ARMADABERITA — Saluran irigasi BI6-BGM di Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), mengalami amblas dan sedimentasi. Kondisi tersebut mengganggu distribusi air ke sejumlah areal persawahan yang tanaman padinya baru berusia sekitar dua minggu.
Gangguan aliran air membuat petani khawatir tanaman padi mereka kekurangan pasokan air pada fase awal pertumbuhan. Sejumlah pintu air terpaksa diatur secara buka-tutup agar aliran tetap dapat menjangkau areal persawahan.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Padang Bolak, Imam, mengatakan kerusakan saluran telah menjadi keluhan petani. Menurut dia, persoalan utama saat ini adalah menjaga suplai air untuk tanaman yang baru ditanam.
“Kondisi tersebut telah menjadi keluhan petani. Kekhawatiran terbesar adalah terganggunya suplai air pada masa awal pertumbuhan tanaman,” kata Imam.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat melakukan gotong royong untuk mengatasi kerusakan secara sementara. Namun, upaya itu belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan karena terdapat sekitar 8 meter bagian saluran yang terancam longsor.
“Jika dipaksakan, dikhawatirkan justru menyebabkan longsor lebih besar,” ujarnya.
Warga kemudian membuat tanggul darurat menggunakan tanah yang dimasukkan ke dalam goni untuk menahan bagian saluran yang amblas. Penanganan sementara itu dilakukan secara swadaya.
Warga juga menyewa alat berat jenis excavator untuk membantu mengatur aliran air ke sejumlah ruas persawahan. Selain kerusakan fisik saluran, sedimentasi yang cukup tinggi membuat aliran air semakin sulit mencapai bagian hilir.
Akibat kondisi tersebut, petani harus melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan pasokan air bagi tanaman padi. Jika tidak segera ditangani secara permanen, kerusakan saluran dikhawatirkan mengganggu produktivitas dan hasil panen.
Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara telah menerima keluhan tersebut. Wakil Bupati Paluta H. Basri Harahap mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera Utara terkait kerusakan saluran irigasi tersebut.
Menurut Basri, pihak BBWS Sumatera Utara telah merespons laporan tersebut dan menyatakan akan segera melakukan perbaikan.
“Sudah kami hubungi pihak BWS Sumut dan sudah disahuti. Segera diperbaiki,” kata Basri.











