TAPANULI SELATAN, ARMADABERITA – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan hilir Sungai Batang Gadis, Kabupaten Tapanuli Selatan, kembali menjadi sorotan. Warga mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah tegas menyusul dugaan maraknya aktivitas tambang ilegal yang disebut terus berlangsung dan melibatkan puluhan alat berat.
Sejumlah warga mengaku prihatin karena aktivitas penambangan di wilayah yang sebelumnya pernah menjadi lokasi penindakan aparat itu justru kembali ramai. Mereka berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat melakukan pengawasan serta penindakan secara transparan dan menyeluruh.
Jhon, warga Kecamatan Tano Tombangan Angkola, mengatakan masyarakat mempertanyakan mengapa alat berat masih dapat masuk dan beroperasi di kawasan tersebut meski sebelumnya pernah dilakukan penertiban oleh aparat.
“Masyarakat berharap ada langkah yang lebih tegas agar aktivitas tambang ilegal ini benar-benar dihentikan dan tidak terus berulang,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).
Menurut pengakuannya, alat berat masih terus berdatangan menuju lokasi pertambangan melalui akses dari Kelurahan Panabari menuju aliran Sungai Batang Gadis.
Ia juga menyebut lokasi tersebut merupakan kawasan yang sebelumnya menjadi tempat pengamanan 14 unit excavator dan penetapan sejumlah tersangka oleh Polda Sumatera Utara beberapa waktu lalu.
Warga menduga jumlah alat berat yang kini beroperasi kembali mencapai puluhan unit. Namun, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi dari pihak berwenang.
Di tengah kondisi itu, muncul pula dugaan adanya keterlibatan oknum tertentu yang disebut-sebut memberikan perlindungan terhadap aktivitas tambang ilegal. Hingga saat ini, belum ada bukti yang dapat mengonfirmasi tuduhan tersebut dan pihak yang disebut belum memberikan keterangan resmi.
Karena itu, dugaan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui penyelidikan yang objektif dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Masyarakat berharap Presiden Republik Indonesia dan Kapolri dapat memberikan perhatian khusus terhadap persoalan pertambangan ilegal di kawasan Tapanuli Bagian Selatan yang dinilai berpotensi merusak lingkungan, hutan, dan ekosistem Sungai Batang Gadis.
“Kalau dibiarkan terus, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat di masa depan,” kata Jhon.
Warga juga meminta seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga instansi lingkungan hidup, untuk memperkuat pengawasan agar aktivitas pertambangan dilakukan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat maupun negara.











