Armadaberita.com, Medan – Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara mendorong percepatan digitalisasi administrasi di seluruh kabupaten dan kota. Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan sistem kerja tanpa kertas sekaligus memperbaiki kualitas pelaporan program PKK.
Ketua TP PKK Sumut, Kahiyang Ayu, menyampaikan ajakan tersebut saat membuka Pelatihan Tertib Administrasi bagi pengurus PKK se-Sumut di Grand Mercure Hotel, Medan, Selasa, 3 Februari 2026. Ia hadir bersama Staf Ahli I TP PKK Sumut, Titiek Sugiharti.
Menurut Kahiyang, pemanfaatan teknologi digital kini menjadi kebutuhan dasar organisasi. Sistem paperless, kata dia, tidak hanya menekan penggunaan kertas, tetapi juga meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan transparansi dalam penyusunan laporan. “Digitalisasi ini justru memudahkan pengurus, terutama dalam administrasi dan pelaporan. Kalau sistemnya tertib, program pemberdayaan keluarga bisa berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Ia menambahkan, hambatan administratif tidak boleh lagi menjadi alasan terhambatnya program PKK. Pengelolaan data dan laporan berbasis digital dinilai sebagai cara paling efisien untuk menjaga akuntabilitas dan memastikan program tepat sasaran.
Kahiyang juga meminta seluruh pengurus kabupaten/kota memperkuat sinergi serta menjaga kolaborasi lintas wilayah agar tujuan pembangunan keluarga sejahtera dapat dicapai secara merata. “Kekompakan itu penting, apalagi untuk mewujudkan Sumut yang lebih unggul dan berkelanjutan,” katanya.
Pelatihan yang berlangsung 2–4 Februari 2026 itu menghadirkan simulasi penggunaan aplikasi Sistem Informasi Pelaporan dan Data (SIPANDA) PKK Sumut. Pesertanya berasal dari seluruh TP PKK kabupaten dan kota di Sumatera Utara. (Redaksi)











