ARMADABERITA.COM | MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengungkap tren pergerakan pemudik 2025. Mudik Lebaran tahun ini membawa beberapa perubahan menarik di Sumatera Utara. Jumlah pemudik yang menggunakan bus turun, sementara jalan tol semakin ramai. Kabar baiknya, angka kecelakaan juga berkurang drastis.
Hal ini berdasarkan data Posko Induk Monitoring Angkutan Lebaran 2025 Dishub Sumut dalam periode arus mudik dari 23 hingga 31 Maret 2025 (H-8 sampai dengan H1 Lebaran).
Kadishub Sumut, Dr. Agustinus Panjaitan, mengungkapkan, pergerakan pemudik tahun ini lebih didominasi oleh kendaraan pribadi dan kereta api. “Pengguna bus berkurang, sedangkan pengguna jalan tol semakin ramai, terutama di ruas tol BELMERA, yang naik lebih dari 12 persen,” ujarnya kepada wartawan di Medan, Kamis (3/4/2025).
Secara mendetail, Agustinus memaparkan bahwa pada momen lebaran tahun ini, semakin sedikit orang yang memilih mudik dengan naik bus. Jumlah penumpang bus antarkota turun 13%, dari 38.397 orang tahun lalu menjadi 33.393 orang. Jumlah bus yang beroperasi juga berkurang 11%, dari 2.996 menjadi 2.665 unit.
Sebaliknya, semakin banyak orang yang menggunakan mobil pribadi dan jalan tol.
– Tol BELMERA (Belawan-Medan-Tanjung Morawa) mengalami lonjakan kendaraan hingga 12%, dari 1,25 juta menjadi 1,4 juta kendaraan.
– Tol Indrapura-Kisaran juga mengalami peningkatan 3,69%.
– Sementara itu, lalu lintas di Tol KUTEPAT (Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Sinaksak) justru sedikit menurun 2,35%.
Menurut Agustinus, tahun ini mudik lebih aman dibandingkan tahun lalu. Hal itu tercermin dari jumlah kecelakaan turun 69%, dari 139 kejadian di 2024 menjadi 43 kejadian di 2025. Korban meninggal dunia juga berkurang drastis, dari 43 orang menjadi delapan orang.
Selain jalan tol, modal kereta api dan kapal laut juga semakin diminati pemudik. Data menunjukkan, penumpang kereta api naik 51%, dari 116.172 tahun lalu menjadi 176.119 orang (tahun 2025), pada periode yang sama. Begitu juga dengan penumpang kapal laut meningkat 42%, dari 16.054 menjadi 22.940 orang.
Penyeberangan Danau Toba tetap ramai, dengan 24.185 penumpang masuk ke Samosir dan 19.428 keluar. Sedangkan penyeberangan ke Nias menurun 4%, dengan jumlah penumpang turun dari 13.392 menjadi 12.811 orang.
Angkutan udara menurun 4%, dengan jumlah penumpang turun dari 1.589 menjadi 1.520 orang.
Salah satu strategi yang berperan besar dalam menekan angka kecelakaan adalah program Mudik Gratis yang digelar oleh Pemprov Sumut melalui Dishub berkolaborasi dengan PT KAI Divre I Sumut, Pelni dan operator angkutan jalan. Tahun ini, 10 ribu pemudik mendapat fasilitas mudik gratis, menggunakan tiga moda yakni bus 2.760 seat, kereta api 7.073 seat, dan kapal laut 1.000 seat.
Selain itu, sebanyak 480 unit sepeda motor diangkut gratis dengan kereta api untuk tujuan Medan- Rantau Parapat dan Medan- Tanjung Balai. Kolaborasi dengan PT Kereta Api dan program angkutan motor gratis ini ditujukan untuk mengurangi pemudik yang menggunakan sepeda motor di jalan raya.
“Penggunaan sepeda motor untuk perjalanan mudik sangat berisiko tinggi mengalami kecelakaan. Sepeda motor tidak didesain untuk perjalanan jarak jauh. Kami mendorong masyarakat untuk lebih memilih menggunakan angkutan umum demi keselamatan dan kenyamanan,” pungkas Agustinus. (*)











