Samosir Siapkan Toba Caldera Culture Festival 2026, Budaya Batak Dibidik Go International

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi Bupati Kabupaten Samosir Vandiko Gultom beserta panitia penyelenggara event Toba Caldera Culture Festival 2026 di ruang kerja Gubernur, lantai 10 Kantor Gubernur Sumut, Selasa (11/8/2026). (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com– Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, menyiapkan Toba Caldera Culture Festival 2026 sebagai panggung untuk membawa kekayaan budaya Batak ke pasar internasional sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata kawasan Danau Toba.

Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 24–27 September 2026 tersebut akan menggabungkan pertunjukan seni, pameran kebudayaan, pengembangan bakat dan kreativitas, hingga kompetisi paduan suara. Konsep itu diharapkan membuat budaya Batak tidak hanya menjadi warisan yang dilestarikan, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mampu menjangkau wisatawan mancanegara.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan, potensi budaya Samosir sangat besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari promosi pariwisata Sumut di tingkat global. Karena itu, penyelenggaraan festival perlu dikemas secara menarik agar mampu memperkenalkan identitas budaya Batak kepada audiens yang lebih luas.

“Pemprov Sumut sangat mendukung kegiatan ini. Kita harapkan festival ini memberikan makna terbaik, terutama dalam memperkenalkan kebudayaan yang ada di Samosir,” sebut Bobby saat menerima audiensi panitia Toba Caldera Culture Festival 2026 bersama Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (11/8/2026).

Menurut Bobby, seni musik dan vokal dapat menjadi salah satu medium efektif untuk membawa budaya Batak keluar dari pasar domestik. Lagu-lagu Batak yang dikemas melalui pertunjukan berkualitas dinilai memiliki peluang untuk diperkenalkan kepada masyarakat internasional.

“Panitia bisa berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, salah satunya melalui seni tarik suara untuk memperkenalkan lagu-lagu Batak hingga ke mancanegara,” katanya.

Untuk memperkuat agenda tersebut, Bobby mendorong panitia membangun kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut. Pemerintah provinsi juga membuka ruang komunikasi untuk memberikan dukungan teknis maupun fasilitasi yang diperlukan selama persiapan hingga pelaksanaan festival.

Langkah tersebut sekaligus diharapkan memperbesar dampak festival terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Arus wisatawan yang datang ke Samosir selama festival berpotensi memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal, mulai dari akomodasi, kuliner, transportasi hingga produk ekonomi kreatif berbasis budaya.

Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom mengatakan, audiensi bersama Gubernur Sumut dilakukan untuk menyampaikan rencana festival sekaligus meminta arahan dan dukungan pemerintah provinsi. Ia berharap keterlibatan berbagai pihak dapat membuat penyelenggaraan festival berlangsung lebih maksimal.

“Kami datang untuk memberitahukan rencana kegiatan ini, memohon dukungan Pemprov Sumut, serta mengharapkan masukan dari Pak Gubernur agar pelaksanaan festival nantinya berjalan maksimal,” kata Vandiko.

Toba Caldera Culture Festival 2026 nantinya tidak hanya menghadirkan pertunjukan budaya Batak, tetapi juga menjadi wadah bagi talenta dan kreativitas masyarakat. Kompetisi paduan suara serta berbagai pagelaran seni akan menjadi bagian dari rangkaian acara yang ditujukan untuk memperluas apresiasi terhadap budaya Batak.

Dengan menjadikan budaya sebagai kekuatan promosi, Samosir berharap Toba Caldera Culture Festival 2026 dapat berkembang menjadi agenda pariwisata yang memiliki daya tarik lebih luas. Festival ini sekaligus menjadi upaya menjadikan kekayaan budaya Batak sebagai aset ekonomi kreatif yang mampu menarik perhatian wisatawan hingga ke tingkat internasional.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *