NEWS  

Dari Tawuran ke Bisnis Sabu, Anggota Geng Motor GPS Ditangkap Polisi

Penangkapan anggota geng motor GPS (Geng Pisang Solid) di bantaran rel Kereta api kawasan Tembung. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Aktivitas seorang anggota geng motor GPS (Geng Pisang Solid) berujung di balik jeruji besi. MYP (18), warga Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan karena diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Rel Kereta Api Tembung.

Penangkapan terhadap remaja yang disebut polisi kerap terlibat dalam aksi tawuran antargeng motor itu dilakukan pada Sabtu (8/8/2026) sore.

MYP diduga tidak hanya aktif di jalanan dalam aksi tawuran. Polisi menyebut remaja tersebut juga telah menjalankan aktivitas sebagai pengedar sabu selama sekitar satu bulan terakhir di kawasan Rel KA Tembung.

Saat disergap, petugas menemukan sejumlah paket sabu yang diduga siap edar. Polisi juga menyita sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, membenarkan penangkapan tersebut.

“Pelaku merupakan anggota geng motor Pisang Solid atau GPS. Dia juga bagian dari anggota geng motor KAMCE. Dalam kasus narkoba ini, dia merupakan pengedar aktif narkotika jenis sabu,” kata Rafli, Senin (10/8/2026) pagi.

Dua Kali Terlibat Tawuran

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyebut aktivitas MYP di dunia tawuran bukan perkara baru. Dalam kurun waktu terakhir, tersangka diduga telah terlibat sedikitnya dua kali aksi tawuran antargeng motor di kawasan Mandala, Medan.

“Pelaku sudah dalam kurun waktu satu bulan terakhir, untuk tawuran antar geng motor sudah dua kali,” ujar Rafli.

Keterangan tersebut membuat penyidik kini mendalami lebih jauh aktivitas tersangka, termasuk kemungkinan adanya keterkaitan antara lingkungan geng motor dengan peredaran narkotika yang dilakukan MYP.

Namun, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah aktivitas peredaran sabu tersebut dilakukan sendiri atau melibatkan anggota geng motor lainnya.

Penangkapan MYP disebut baru menjadi pintu masuk bagi polisi untuk membongkar jaringan di belakangnya.

Satresnarkoba Polrestabes Medan kini menelusuri asal-usul sabu yang diperoleh tersangka. Penyidik memburu pihak yang diduga menjadi pemasok narkotika kepada MYP.

Polisi juga membuka kemungkinan adanya tersangka lain dalam perkara tersebut.

“Kami sedang dalami kasus ini, mohon doanya agar kami bisa menangkap pemasok narkoba kepada pelaku. Untuk anggota geng motor lain, kami juga sedang selidiki,” pungkas Rafli.

Dengan ditangkapnya MYP, penyidik kini tidak hanya membidik pengedar di tingkat lapangan. Polisi juga berupaya mengungkap mata rantai pemasok sabu yang diduga menyuplai narkotika ke kawasan Rel KA Tembung.

Perkara tersebut masih terus dikembangkan untuk mengungkap sejauh mana jaringan peredaran sabu itu berjalan dan apakah ada pihak lain yang turut terlibat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *