Medan, ArmadaBerita.Com – JNE mendorong insan media untuk menghadirkan karya kreatif dan unik dalam JNE Konten Competition 2026. Hal itu disampaikan Juri Writing Competition, Maman Suherman, saat Media Gathering JNE Medan dan Silangit 2026 yang digelar di Prima Sky Cafe & Lounge UNPRI, Selasa (7/4/2026).
Menurut Maman, wartawan memiliki peluang besar untuk memenangkan kompetisi karena terbiasa mengolah cerita berbasis fakta lapangan. Ia menegaskan bahwa tidak ada pembatasan kategori bagi peserta.
“Wartawan boleh ikut kategori umum, jurnalis, fotografi, video, maupun desain. Tidak ada pembatasan. Yang penting, berikan karya yang khas dan punya keunikan daerah,” ujar Maman.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan “power of wow” dalam setiap karya. Cerita yang dianggap kuat adalah yang mampu mengangkat sisi human interest, konflik, serta solusi yang relevan bagi masyarakat.
Maman mencontohkan beberapa karya pemenang sebelumnya yang mengangkat kisah inspiratif, seperti kurir JNE penyandang disabilitas yang tetap bekerja meski kehilangan kaki akibat kecelakaan, hingga perjuangan kurir yang harus menyeberangi laut menuju daerah terpencil.
“Itu yang menarik perhatian juri. Ada cerita, ada konflik, ada perubahan, dan ada solusi. Bukan sekadar memuji, tapi juga memberi perspektif baru,” katanya.
Ia juga mendorong peserta untuk mengangkat isu yang dekat dengan masyarakat, seperti pemahaman tentang sistem Cash on Delivery (COD). Menurutnya, karya yang memberikan edukasi dan solusi akan memiliki nilai tambah.
“Jangan hanya menulis opini. Gunakan prinsip jurnalistik 5W+1H, lakukan verifikasi, lalu tambahkan ‘so what’ atau solusi. Itu yang membuat karya kuat dan membekas,” imbuhnya.
Maman juga mengingatkan agar peserta tidak sekadar meliput kegiatan yang sama dengan sudut pandang seragam. Ia mendorong wartawan mencari sudut cerita berbeda agar menghasilkan karya yang lebih beragam sesuai tema “Bergerak Bersama, Beragam Cerita”.
Kompetisi JNE tahun ini terbuka untuk berbagai kalangan dan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Dengan hadiah ratusan juta rupiah serta kesempatan perjalanan religi. Kompetisi ini diharapkan melahirkan cerita-cerita inspiratif dari berbagai daerah, khususnya Sumatera Utara. (Asn)











