Antonius Tumanggor Usulkan Pengadaan 2.100 Becak Sampah untuk Atasi Penumpukan di Medan

Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Persoalan penumpukan sampah di kawasan permukiman kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos, mengusulkan agar Pemerintah Kota (Pemko) Medan menganggarkan pengadaan 2.100 unit becak sampah guna memperkuat sistem pengangkutan hingga ke wilayah yang tidak dapat dijangkau armada besar.

Usulan tersebut disampaikan Antonius dalam rapat evaluasi anggaran Triwulan IV bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja Komisi IV DPRD Medan pada Senin (6/1/2026).

Menurutnya, keterbatasan armada pengangkut antarlingkungan masih menjadi salah satu faktor utama terjadinya penumpukan sampah di sejumlah titik. “Pemko Medan masih kewalahan mengurai tumpukan sampah di lingkungan. Armada pengangkut yang ada belum mampu menjangkau seluruh wilayah, terutama kawasan padat penduduk dengan akses jalan sempit,” kata Antonius.

Ia menilai pengadaan becak sampah merupakan solusi strategis untuk memastikan sampah rumah tangga terangkut maksimal menuju titik kumpul atau fasilitas pengolahan.

Antonius juga mengingatkan bahwa Medan telah masuk program kerja sama pengelolaan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) bersama pemerintah pusat dan pihak ketiga. Karena itu, kesiapan sarana dan prasarana hulu–hilir dinilai mutlak.

“Kalau Medan sudah masuk program pengolahan sampah menjadi listrik, maka seluruh sistemnya harus siap. Jangan sampai sumber sampah ada, tetapi pengangkutannya tidak maksimal,” tegasnya.

Selain soal armada, ia turut menyoroti ketersediaan anggaran bahan bakar minyak (BBM) dan biaya perawatan kendaraan pengangkut yang berada di kecamatan dan kelurahan agar operasional tidak tersendat.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Melvi Malrabayana, menjelaskan bahwa kerja sama investasi pengolahan sampah dengan pemerintah pusat dan Kabupaten Deli Serdang menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) pada 2027–2028.

Ia memaparkan, produksi sampah Kota Medan diperkirakan mencapai 1.700–1.800 ton per hari. Jumlah tersebut dinilai mencukupi sebagai bahan baku PLTSa, terlebih dengan tambahan pasokan dari Kabupaten Deli Serdang. Medan ditargetkan mampu memasok 1.300 ton sampah per hari ke fasilitas pengolahan energi.

Pengangkutan sampah menuju fasilitas tersebut direncanakan mulai pada April 2026. Saat ini, proses masih berada pada tahap pematangan lahan, termasuk tambahan lahan seluas 4,98 hektare di Kelurahan Terjun.

Melvi menegaskan, pengadaan armada pengangkut menjadi kewenangan DLH, sementara operasional dan perawatan berada di tingkat kecamatan. “Pengadaan armada dilakukan dinas, sedangkan operasional dan perawatan ditangani kecamatan,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *