Armadaberita.com | JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan melantik Wakil Panglima TNI pada Minggu, 10 Agustus 2025, dalam sebuah upacara militer di Batujajar, Bandung. Momen ini menjadi sejarah tersendiri karena jabatan tersebut telah kosong selama lebih dari dua dekade.
Pelantikan ini akan berlangsung di Pusdiklatpassus Kopassus, dalam rangkaian kegiatan Gelar Pasukan Operasional dan Upacara Kehormatan Militer. Kehadiran Presiden Prabowo tidak hanya menandai pelantikan pejabat baru, tetapi juga menunjukkan fokus pemerintah terhadap penguatan struktur pertahanan negara.
Jabatan Wakil Panglima TNI terakhir kali diisi pada tahun 2000 dan sejak itu tidak diaktifkan kembali. Kini, di bawah kepemimpinan Prabowo, posisi tersebut kembali dihidupkan sebagai bagian dari upaya modernisasi dan optimalisasi komando militer.
Meskipun nama calon belum diumumkan secara resmi, sejumlah perwira tinggi berpangkat jenderal bintang empat disebut-sebut menjadi kandidat kuat. Panglima TNI menyatakan bahwa proses pemilihan akan mempertimbangkan banyak aspek, termasuk rekam jejak, integritas, dan kemampuan strategis.
Aktivasi kembali jabatan ini dinilai penting untuk memperkuat koordinasi antar matra dan mendukung kinerja Panglima TNI dalam menghadapi tantangan pertahanan yang semakin kompleks. Wakil Panglima akan berperan sebagai pendamping strategis dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan operasi militer terpadu.
Pelantikan ini menjadi simbol kebangkitan struktur militer yang lebih solid dan adaptif. Langkah ini juga menunjukkan keseriusan pemerintahan Prabowo dalam memastikan sistem pertahanan nasional berjalan efektif dan siap menghadapi dinamika global yang terus berubah.











