Armadaberita.com | Medan – Fakta mengejutkan terungkap dari Operasi Pekat Toba 2025 yang digelar Polda Sumatera Utara! Sebanyak 1.130 pelaku premanisme diamankan, dan tak sedikit dari mereka berkedok organisasi masyarakat (ormas) demi melancarkan aksi kejahatannya.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakapolda Sumut Brigjen Pol Rony Samtana dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Kamis (15/5/2025). Operasi yang berlangsung sejak 1 hingga 14 Mei itu berhasil mengungkap 954 kasus premanisme, termasuk kasus pungli, pemerasan, penganiayaan, hingga aksi preman yang meresahkan masyarakat.
“Ini bukan operasi biasa. Ini perintah langsung dari Presiden RI dan Kapolri. Premanisme—apalagi yang menyamar sebagai ormas—harus diberantas karena mengganggu keamanan dan menghambat investasi,” tegas Brigjen Rony.
Dari ribuan pelaku yang diamankan, 178 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara sisanya menjalani pembinaan. Polisi juga menyita berbagai barang bukti, seperti uang tunai Rp61 juta, 27 senjata tajam, atribut parkir liar, dan bahkan bendera ormas yang digunakan untuk menakut-nakuti warga.
Dominasi kasus paling banyak datang dari 839 kasus pungli, disusul pemerasan, penganiayaan, dan tindak kekerasan lainnya.
Menanggapi fenomena ini, Staf Ahli Kemenko Polhukam Irjen Pol Desman Sujaya Tarigan mengungkap bahwa pemerintah pusat akan membentuk Satgas Penanggulangan Premanisme Ormas. Satgas ini akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Kementerian terkait, hingga pemda, dan bertugas secara preventif serta represif.
“Pemerintah tak main-main. Kami ingin menjamin rasa aman masyarakat dan memberi kepastian kepada para investor,” tegasnya.
Polda Sumut mengajak masyarakat berani melapor bila menemukan praktik premanisme. “Kami pastikan, setiap laporan akan kami tindak tegas. Tak ada ruang bagi preman berkedok apa pun di Sumatera Utara,” tutup Wakapolda.











