Medan, ArmadaBerita.Com
Suasana di Jalan Benteng Hilir, tepatnya di Simpang Bolon Jalan Bejo, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Kota Medan, Rabu (24/6/2020) dini hari tadi sekira pukul 01.30 WIB, mendadak ramai.
Pasalnya, salah seorang pria yang disebut dari kampung sebrang, kepergok warga sedang memikul goni dibalik badannya. Beberapa orang yang melintas curiga setelah melihat gelagad mencurigakan dari pria itu yang baru keluar dari perumahan Banyu Indah tak jauh dari lokasi dan menuju ke semak-semak. Selanjutnya warga pun langsung menghampirinya.
“Saat ditanyakan apa isi di dalam goni itu, pria tadi mengaku isinya sampah. Pas dicek oleh Boy Martin dan teman-temannya, rupanya isinya buah mangga,” kata, Almursydi, salah seorang warga di lokasi kejadian.
Setelah terbukti menipu yang dibawanya bukanlah sampah, Boy bersama teman-temannya yang berencana hendak ke Warkop Ilham langsung mengintrogasi pria itu. Warga pun mulai ramai di lokasi.
Pria itu pun ditanyai asal buah mangga yang dibawanya. Apesnya, jawaban pria bertubuh kekar itu berbelit-belit sehingga memancing emosi warga. Warga yang geram, bertubi-tubi mendaratkan bogeman mentah ke wajahnya.
“Pas dipukuli baru dia ngaku kalau mangga yang dibawanya di dalam goni itu baru dicurinya dari perumahan Banyu Indah,” sambung, Almursydi.
Dihadapan warga, pria itu mengaku bernama Memet. Dia tinggal di kampung sebrang (warga disana menyebut) yakni di Jalan Pembinaan, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan.
“Dia ngaku mencuri bersama temannya bernama Baung (nama panggilan),” sebut warga.
Kekesalan warga sempat kembali memuncak. Pasalnya, selain tak menemukan identitasnya, namun warga mendapati sebuah mancis dan pipet bengkok diduga alat untuk menyabu dari saku celananya.
Bahkan beberapa warga yang melintas, mengenali pelaku yang diduga sering kedapatan mencuri buah hingga masuk ke rumah warga dan melakukan pencurian.
“Oalaaah kau lagi, kau lagi. Di panggil Kadus pun kurasa Kadusnya malas kemari. Asik anak ini aja pulaknya. Kemaren ku tangkap kau, ku lepas karena kasian, sekarang kau dipukuli orang ini kan!!! Itulah rasakan,” cuman pria tua yang baru melintas di lokasi.
Akibatnya, warga silih berganti menghajarnya. Tak hanya dapat bogem mentah, memet juga diberi potong rambut gratis. Rambutnya dipangkas warga tanpa model.
“Iya, anak kampung kami juga dia, udah bolak-balik ketangkap. Kalau gak nyuri buah, bobol rumah pun pernah. Dia ngomongnya memang cepat, tapi ‘pemain’. Udah berulang kali juga dibawa ke kantor polisi, tap bebas lagi karena dia msh di bawah umur dan barang yang di curinya gak sampai Rp 3 juta,” beber, warga lainnya bernama, Nanda.
Beberapa menit setelah sempat dihajar, terlihat suasana ramai pun mulai menyusut berhubung salah seorang pria berbadan tegap mirip polisi dengan sebuah HT dan diduga membawa borgol jari datang menghampiri. Dan karena belum ditemukan korbannya, warga kembali melepaskan pria yang mengaku bernama Memet itu. (CR Qoyum/Nst)











