NEWS  

Gaji Honorer Tidak Terbayar, Bupati Madina: Yang Saya Blokir Rekening Siluman

Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution
Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution
Share

Madina, ArmadaBerita.Com

Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs. H. Dahlan Hasan Nasution, secara tegas mengatakan bahwa dirinya tidak ada memblokir rekening Dinas Pendidikan, melainkan yang diblokir adalah rekening siluman.

”Tidak ada saya memblokir Rekening Dinas Pendidikan. Tapi yang saya Blokir adalah rekening siluman yang tidak sesuai dengan peraturan,” ujar Dahlan Hasan Nasution,Sselasa (28/4/2020) di ruang tunggu kantor Bupati ketika dicegat wartawan.

Kata Bupati, setelah RDP, surat telah dilayangkan ke Komisi 1 DPRD No. 900/1279/TUPIM/2020 Tanggal 28 April 2020 dengan Perihal Pemblokiran Rekening Siluman.

Dalam surat Bupati, disebutkan berkali-kali disampaikan kepada Kadis Pendidikan agar honor/gaji guru TKS jangan dipermainkan. “Namun berdasarkan laporan yang kami terima hal tersebut belum berjalan sebagaimana mestinyam,” ujar Dahlan.

Kedua, terdapat rekening pada Bank Sumut dengan nomor (dirahasiakan) yang tidak terdaftar di data kas Pemerintah, pembukaan rekening tersebut bertentangan dengan peraturan pemerintah.

Ketiga, karena bertentangan dengan peraturan pemerintah dan yang tidak terdaftar, maka tidak salahnya rekening tersebut yg dikatagorikan sebagai rekening siluman yang tujuannya agar gaji guru-guru dapat dipermainkan.

Empat, sewaktu diadakan pemeriksaan oleh tim Inspektorat, Kadis Pendidikan diminta memberikan data yang sah, berikut jumlah TKS yang sudah diangkat PNS/ASN, yangg mengundurkan diri dan telah meninggal dunia. “Sampai pemeriksaan berahir, data tersebut tidak ada dibuat. Dan Kadis serta pejabat terkait tidak mau menanda tangani hasil pemeriksaan. Makanya diblokir rekening untuk menertibkannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Madina Jamilah SH yang coba dikonfirmasi, belum berhasil. Mobil BB 40 R ada di parkiran dan Kadis tidak ada.
”Kadis Pendidikan tidak masuk, mobil BB 40 R yang bawa supir,” ujar seorang staf di kantor itu. (Syah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *