EKBIS  

Jadi Binaan Rumah Kreatif Sinar Mas, UMKM Daerah Dikenal Jagad

Share

Oleh Arvin Syahputra Nasution

SINAR MAS diketahui menjajaki pelosok negeri untuk membangun setiap lapisan agar masyarakat bisa lebih maju dan mandiri. Melalui wadah dari Eka Tjipta Foundation, berbagai bidang dari masyarakat seperti hasil kerajinan UMKM bisa ikut berjaya.

Seperti masyarakat di Kawasan Dolok Sanggul, Matiti, Parsingguran dan Tipang di Kabupaten Humbahas. Ternyata disana banyak melahirkan pegiat/artisan pelaku UMKM yang berkreasi dari hasil bumi Humbahas. Para artisan disana tergabung di Humbang Kriya.

“Humbang Kriya terdiri dari Humbang Shibori, Tenun Songket Humbang, Humbang Batiq, Humbang EcoPrint, Baoin Humbang dan Hirang Humbang yang dibuat oleh para pegiat karya tangan di Kawasan Dolok Sanggul, Matiti, Parsingguran dan Tipang di Kabupaten Humbang Hasundutan,” kata Ketua Koperasi Produsen Humbang Hasundutan Makmur, Dia Sinta Fitri Gultom kepada wartawan, Sabtu (20/8/2022).

Humbang Kriya merupakan mitra UMKM binaan Rumah Kreatif Sinar Mas (RKSM). RKSM ini adalah wadah kegiatan Corporate Social Responsibility PT. Asuransi Sinar Mas yang salah satunya ada di Kabupaten Humbahas. RKSM didirikan sebagai bentuk dukungan Perusahaan terhadap Nota Kesepahaman antara Otoritas Jasa keuangan (OJK) dengan Kementerian Pariwisata dalam pengembangan Kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas.

“Jadi kita juga ada membina masyarakat di Humbahas untuk bikin kain dari pewarna alam. Selain itu ada pembinaan UMKM lainnya seperti kopi, snack, dan sebagainya,” bilang Sinta.

Hadirnya Humbang Kriya kata Sinta, dimulai dari pelatihan Tie Dye yang diadakan oleh Rumah Kreatif Sinar Mas pada tahun 2016. Tie Dye adalah ikat celup kain yang saat ini disebut Humbang Shibori. Dari sinilah Rumah Kreatif Sinar Mas di Humbahas terbentuk. Dari situ jugalah kemudian dilanjutkan dengan pelatihan membatik dan menenun pada tahun 2018 serta pelatihan EcoPrint pada tahun 2019. “Saat ini jumlah artisan Humbang Kriya ada sebanyak 47 orang,” terang Sinta.

Berdayakan Masyarakat

Selain membina pegiat, Humbang Kriya juga melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya melalui Sentra Buku, Sentra Komputer, Sentra Permainan, Sentra Audio Visual dan Sentra Kriya.

Untuk Sentra Buku, Humbang Kriya
menyediakan buku-buku belajar dan membaca yang dibuka untuk seluruh masyarakat umum baik anak-anak hingga orang dewasa. Sebelum pandemi Covid-19, kegiatan ini dibuka setiap hari Senin sampai Jumat. Namun saat ini, kegiatan membaca pada Sentra buku dibuka satu kali dalam satu Minggu.

Sentra Komputer sendiri adalah kegiatan pelatihan/belajar komputer. Target yang dilatih adalah anak-anak sekolah. Sebelum pandemi, biasanya kegiatan ini dilaksanakan satu kali dalam satu Minggu.

Untuk Sentra Bermain, Humbang Kriya ini menyediakan kegiatan buat anak-anak bermain. Hal ini bertujuan
untuk mengasah otak dan melatih motorik anak anak. Sebelum pandemi, kegiatan ini dibuka setiap hari. Namun, saat ini kegiatan Sentra Bermain dibuka satu kali dalam satu Minggu.

Sedangkan Sentra Audio Visual merupakan sarana untuk kegiatan pelatihan musik. Sanar Mas juga pernah melaksanakannya pada tahun 2019. Tujuannya adalah melakukan pembinaan tentang musik tradisional dipadu dengan musik Italia terhadap masyarakat umum yang ada di Humbang Hasundutan.

Sementara Sentra Kriya, bertujuan menggalang produk-produk UMKM dari para pelakunya yaitu
Pada sentra Kriya inilah dihasilkan produk kain Humbang Shibori, kain Humbang Batik, Tenun Songket Humbang, Humbang EcoPrint, Baion Humbang, dan Hirang Humbang.

“Kegiatan produksi produk Humbang Kriya dilakukan setiap hari di Rumah Kreatif Sinar Mas Dolok Sanggul,” ungkap Sinta yang juga artisan Humbang Kriya dengan membuat kain Humbang Shibori.

Adanya Humbang Kriya ini, sebut Sinta, memberikan pendapatan tambahan bagi para artisan yang saat ini masih memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, petani dan juga mahasiswa.

Lambat laun banyaknya hasil kerajinan UMKM yang digalang disana dan upaya mencerdaskan masyarakat yang digagas Sinar Mas semakin membuat hasil bumi Humbahas dikenal. Apalagi para pegiat disana sudah memasarkannya ke sosial media yang bisa dijangkau pelosok negeri hingga dunia.

Sampai saat ini, Eka Tjipta Foundation melalui Sinar Mas telah membina banyak pelaku UMKM dengan lebih dari ratusan produk baik makanan, pakaian, dan kerajinan khas dari berbagai daerah di Indonesia. Seluruh produknya itu telah masuk ke jejaring digital e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Blibli, dan Bukalapak.

“Hasil Produk Humbang Kriya sudah dibawa ke luar negeri, seperti Kanada, Paris, oleh Pemkab Dolok Sanggul dan tim Rumah Kreatif. Selain itu, Produk Humbang Kriya banyak digunakan sebagai souvenir perusahaan, hadiah untuk para top agent salah satunya dari PT Asuransi Sinar Mas,” papar Sinta.

Sinta juga mengakui bahwa produk Humbang Kriya sudah mulai banyak peminat mulai dari pejabat hingga masyarakat umum. Selain disediakan di Rumah Kreatif Sinar Mas di Dolok Sanggul, produk Humbang Kriya juga dapat dilihat dan dibeli melalui; Sarinah Indonesia, market place (tokopedia, shopee, blibli), serta di website humbangkriya dan instagram Humbang Kriya.

Perusahan Lain Patut Mencontoh

Ditengah kesulitan ekonomi yang terjadi belakangan ini akibat tingginya inflasi ditambah dengan warisan buruk ekonomi selama masa pandemi, membuat ekonomi khususnya kondisi ekonomi yang dialami masyarakat menengah ke bawah mengalami tekanan hebat. Tidak jarang banyak pelaku UMKM pun membutuhkan uluran tangan lembaga keuangan atau pemerintah dalam memutar bisnisnya.

Maka dari itu, Ekonom asal Sumut, Gunawan Benjamin, MM mengaku sangat mengapresiasi dengan sangat baik program Eka Tjipta Foundation. Seperti halnya melalui Tjipta UMKM fair yang baru baru ini dilaksanakan. Dosen ekonomi dan bisnis ini berharap ada banyak perusahaan lain yang megikuti langkah serupa.

“Harapan kita begitu, jadi mereka memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM dalam banyak sisi, hingga akhirnya UMKM yang dibina tersebut bisa tumbuh kembang dan menjadi motor pendorong penguatan ekonomi kerakyatan,” harap Gunawan.

Alasan Gunawan agar mencontohkan Eka Tjipta Foundation dikarenakan wadah ini mencerminkan pendidiknya yang sejak lama dikenal sebagai pengusaha sukses dengan dasar pelaku UMKM kecil.

Dia adalah Eka Tjipta Widjaja. Meski hanya mengenyam pendidikan setingkat Sekolah Dasar (SD), namun ia menjadi salah satu pebisnis terkenal di Indonesia. Dalam kisahnya saat muda, beliau terlahir dari keluarga miskin di Quanzhou, China pada 27 Februari 1921.

Sejak pindah ke Indonesia pada 1932, ia sudah menggeluti bisnis bersama ayahnya di Makasar. Meski saat itu usianya baru 9 tahun, namun ia punya cita-cita menjadi sukses membantu keluarganya dengan berbisnis.

Diusia 37 tahun, Eka pindah ke Surabaya. Disitu ia sudah mendulang dari bisnis kebun kopi dan karet di kota Jember. Disitulah ia bentuk perusahan Sinar Mas (1962) dan telah merambah ke sektor keuangan, properti, kertas, agrobisnis dan lainnya.

Meski telah menjadi pebisnis yang diperhitungkan di Indonesia, ia ingat betul masa-masa pelik yang terlahir dari keluarga miskin. Untuk itu ia tak lupa diri. Dibenaknya pun punya misi membantu masyarakat agar bisa sejahtera. Ia menggagasnya melalui pelatihan UMKM, menjadi penyumbang di Pendidikan, dan lainnya.

Di 100 tahun Eka Tjipta Widjaja, perusahan Sinar Mas terus meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Dalam membantu dan meningkatkan taraf hidup masyarakat indonesia, Sinar Mas tak pandang buluh, sebab perusahaan itu peka terhadap keberagaman. Sebabnya, di tubuh perusahaan itu tertuang nilai Sinar Mas dan Keberagaman. Karena Sinar Mas untuk Indonesia.

Hingga beliau meninggal di tahun 2019 pada usia 97 tahun, tradisi keberagaman dan Sinar Mas untuk Indonesia itu terus dilanjutkan generasinya. Hal ini lah menurut Gunawan Benjamin untuk perlu mengetuk pemilik perusahaan lainnya agar mencontohkan sosok almarhum.

Apalagi, kata Gunawan, di tengah tekanan ekonomi belakangan ini yang mempersulit ruang tumbuh-kembang pelaku usaha UMKM, seharusnya banyak perusahaan yang bisa menjadikan CSR-nya untuk disalurkan dengan bentuk bantuan pendampingan usaha, baik itu dari sisi permodalan, penambahan kapasitas SDM, promosi hingga akses pasar. Sehingga pelaku UMKM tidak hanya bergantung sepenuhnya kepada modal yang umumnya diharapkan dari perbankan ataupun industry keuangan lainnya.

“Dan bila memungkinkan produk UMKM yang dihasilkan juga menembus pangsa ekspor. Terlebih jika perusahaan yang melakukan pembinaan juga merupakan perusahaan yang berorientasi ekspor,” bilang Gunawan yang juga merupakan Ketua Tim Pemantau Harga Pangan.

Sehingga, imbuh Gunawan, perluasan jaringan pasar ekspor bisa dilakukan beriringan dengan merambah ke calon pembeli potensial untuk produk UMKM di Negara lain. Dan itulah yang dilakukan Eka Tjipta Foundation melalui Sinar Mas.

“Dengan itu, tidak hanya pembinaan ditambah dengan bantuan permodalan, namun juga turut didampingi saat produknya masuk ke pasar. Sampai nantinya pelaku UMKM itu benar-benar Mandiri dalam melanjutkan program usahanya,” imbuhnya.

Ia pun berharap jumlah UMKM yang mendapatkan program kemitraan seperti itu bisa ditambah jumlahnya. Dan dikatakannya, akan lebih bagus lagi jika UMKM yang dibina lebih banyak menggunakan bahan baku lokal namun memiliki nilai jual ekspor. Apalagi pelaku UMKM yang dibina adalah UMKM yang diperuntukan untuk menopang bisnis besar perusahaan Pembina itu sendiri.

“Saya hanya menginginkan bahwa kesinambungan bisnis pelaku UMKM ini memang benar-benar bisa tumbuh terus. Bukan hanya hidup saat didampingi, namun begitu pendampingan lepas, UMKM malah gulung tikar. Jadi ada banyak model kemitraan yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk mengembangkan bisnis UMKM di tanah air,” ungkap Gunawan.

Untuk itu, Gunawan juga berperan agar para perusahan jangan pernah lelah untuk terus mendampingi pelaku UMKM. Meskipun pembinaan seperti ini justru terkadang menambah beban kerja pada perusahaan itu sendiri. Sementara keuntungan secara financial justru pelaku UMKM yang mendapatkannya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *