Bogor, ArmadaBeritaCom- Pelayanan Komunitas (Service Learning) adalah bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) terhadap masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dalam kalender akademik Ukrida setiap tahunnya. Pada kegiatan ini mahasiswa bebas untuk mengaplikasikan pengetahuannya dan mengekspresikan kreatifitasnya yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sasaran.
Kami, empat orang mahasiswa Ukrida angkatan 2018 dari Prodi Akutansi: Nidiu Sahetapy, Matthew Jonathan, Russel Jerremy, Juliomar Alexander melaksanakan Pelayanan Komunitas dalam bentuk mengajar di Taman Seminari, yang berlokasi di Jl. Gunung Putri Utama 2 Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kami harus mengunjungi Taman Seminari yang lokasinya berjarak kurang-lebih 60-an kilometer dari kampus mereka di kawasan Jakarta Barat. Sebelum mulai mengajar, kami mencari dana dengan cara mengamen di daerah Tanjung Duren Utara.
Kami mencari dana untuk membeli barang-barang yang akan dijadikan hadiah kepada anak-anak Taman Seminari. Dari kegiatan mencari dana ini juga kita menjadi sadar bahwa sulit untuk mencari uang di jalanan.

Taman Seminari dibangun dengan dasar kepedulian masyarakat sekitar gereja atas kurangnya akses pendidikan anak usia dini di sekitar desa tersebut. Pengelolaan dilaksanakan oleh yayasan yang bernaung di bawah Gereja Katolik St. Vincentius A Paulo, Gunung Putri.
Saat ini Taman Seminari memiliki 18 murid dengan rentang usia antara 4-6 tahun. Selama kami berinteraksi dengan anak-anak usia dini, kami menemukan banyak pengalaman baru dan tantangan tersendiri dalam mengajar.

Hal yang masih sering terbayang-bayang dari perjumpaan pertama kami dengan anak-anak Taman Seminari adalah senyum polos mereka ketika menyambut kami.
Kami merancang beberapa kegiatan pembelajaran yang tentunya membuat mereka merasa antusias dan memiliki pengetahuan yang baru dengan cara yang seru.
Hal yang sangat berkesan dari pertemuan pertama kami adalah seorang anak perempuan yang nampak sedikit malu-malu dan bertanya kepada guru ”Ibu nanti aku bisa jadi kaya kakak-kakak di depan gak ya?” Mendengar hal itu, sontak hati kami terasa terketuk dan sejenak mensyukuri dengan apa yang sudah kami punya saat ini.

Pada Setiap pertemuan kami selalu menyiapkan hadiah yang akan kami beri kepada adik-adik dalam proses belajar. Jika ada yang menjawab pertanyaan dari kami, maka kami akan memberikan hadiah berupa makanan ringan.
Di akhir setiap sesi belajar, yang berlangsung selama kurang-lebih dua jam, kegiatan penutupnya adalah makan bersama, juga bersama dengan guru-guru.

Selain hadiah berupa makanan ringan, kami juga membagikan hadiah berupa tempat makan, kotak pensil, juga buku-buku agar mereka bisa belajar membaca dan terbiasa untuk membaca. Karena dengan membaca, mereka akan mendapatkan ilmu yang sangat banyak.

Kami sangat senang dalam melakukan kegiatan ini karena kami dapat melihat senyuman para anak-anak dan dapat melihat mereka senang dalam melakukan proses belajar.
“Saya sangat berterimakasih kepada mahasiswa-mahasiswa yang sudah memberikan cara belajar menarik dan membuat anak-anak menjadi bersemangat untuk belajar setiap harinya”, ucap Ibu Ferry, Pengurus Taman Seminari.
Kami berharap apa yang sudah kami lakukan dapat berguna bagi lingkungan sekitar dan memberikan dampak yang positif ke depannya. (*)











