Asah Kreativitas dan Motorik Anak dengan Kegiatan Inovasi yang Asik

Share

Jakarta, ArmadaBeritaCom – Sambil menyelam minum air, kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 dan berakhir pukul 10.00 ini tidak hanya menghibur, melainkan juga mampu mengasah serta melatih kemampuan motorik anak.

Target kegiatan kami adalah anak-anak berusia 5 sampai 8 tahun dengan jumlah sekitar 10 hingga 15 anak. Kegiatan digelar di lantai 1, ruangan Sekolah Minggu.

Meskipun memiliki fasilitas lengkap, jenis aktivitas yang dilakukan setiap minggu selalu sama yaitu berdoa, bernyanyi lagu pujian, cerita firman & doa penutup. Sebagai anak-anak tentunya mereka butuh kegiatan pelengkap untuk menyalurkan kreativitas.

Karena itu kami menawarkan kegiatan yang mampu mencapai tujuan tersebut. Pihak gereja hanya perlu meminjamkan ruangannya selama 30 menit. Sedangkan untuk peralatan yang dibutuhkan dan jenis kegiatan, kamilah yang akan menyiapkannya.

Anak-anak Sekolah Minggu GBI CC 2 Taman Palem, Jakarta Barat berkegiatan yang asik dan menyenangkan

Dalam rangka merayakan Paskah, kami memilih kegiatan menghias telur paskah untuk minggu pertama yang dipandu oleh Shareen Angelica, selaku ketua kelompok.

Tak kenal maka tak sayang. Kegiatan dimulai dengan perkenalan diri dari kami dan seluruh anak sekolah minggu. Peralatan yang sudah kami siapkan berupa telur mainan, lem, kertas origami, spidol serta mata-mata mainan. Meskipun sempat merasa malu, anak-anak tersebut lama-kelamaan mulai terbiasa dengan kehadiran kami. Mereka merasa senang karena diberikan kebebasan untuk berkreasi sesuai dengan imajinasi mereka.

Walaupun ruangan menjadi berantakan, tapi kami merasa puas, karena itu artinya anak-anak sangat antusias dengan kegiatan di minggu pertama.

Untuk minggu kedua, kami mengadakan kegiatan kreasi kertas origami. Peralatan yang dibutuhkan hanyalah kertas origami dan spidol. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak memperhatikan dengan fokus dan mengikuti arahan. Banyak dari mereka yang merasa kesulitan atau melakukan kesalahan. Di situlah peran kami sebagai kakak pembina untuk membantu serta mengarahkan mereka. Kesulitan tidak memadamkan semangat, mereka semua menyelesaikan origami.

Membuat  kreasi gelang tangan bertema seaworld adalah kegiatan minggu ketiga dengan Lionnie Aprilia sebagai pemandu. Dalam kegiatan kali ini, anak-anak diberikan kebebasan berkreasi sesuai selera mereka dengan menggunakan manik-manik dan senar elastis yang sudah kami sediakan. Beberapa anak mengalami kesulitan karena senar yang mereka pegang terlepas sehingga manik-manik yang sudah mereka susun terlepas keluar dari senar dan jatuh berserakan.

Mahasiswa Ukrida berfoto bareng anak-anak Sekolah Minggu GBI CC 2 Taman Palem, Jakarta Barat. Mahasiswa Ukrida menjadi kakak pembina dalam kegiatan pengembangan motorik dan kreativitas anak-anak Sekolah Minggu.

Tidak ada pilihan lain, selain menyusun manik-manik dari awal. Hal ini membuat anak-anak merasa kewalahan, namun dengan semangat membara, mereka tetap menyelesaikannya.

Selanjutnya untuk minggu keempat diisi dengan kegiatan  mewarnai buku gambar profesi. Masing-masing dibagikan buku gambar kemudian mereka mewarnai gambar profesi yang mereka impikan.

Kegiatan minggu terakhir disesuaikan dengan tema yang dibahas oleh kakak pembina pada hari itu, yaitu “Mewarnai dan Menempel Jubah Yusuf”. Dengan kegiatan ini anak-anak semakin mendalami kisah tokoh Alkitab yang dibahas.

Konsep mengajar yang kami gunakan adalah personal attention, anak-anak duduk melingkar dan salah satu anggota kami duduk di tengah depan mereka untuk memberikan tutorial sedangkan dua anggota lain mengawasi.

Anak-anak Sekolah Minggu GBI CC 2 Taman Palem, Jakarta Barat berpose saat difoto.

Jika melihat ada anak yang perlu bantuan, kami akan segera membantunya. Alasan kami tidak membagi anak-anak ke dalam kelompok karena usia mereka masih terlalu kecil untuk memimpin dan bekerja sama satu sama lain.

Secara garis besar, kami mendapatkan reaksi yang positif dari anak-anak serta kakak pembina. Bagi mereka, kehadiran kami menambah keseruan. Walaupun terkadang kegiatan yang kami laksanakan sedikit sulit tetapi mereka menikmatinya dan mereka pun berharap kami dapat terus mengajar di Sekolah Minggu.

Harapan kami adalah program pelayanan komunitas ini mampu menumbuhkan jiwa kreatif sejak usia dini sehingga suatu saat nanti mereka bisa menjadi calon.pemimpin yang inovatif. (*)

Artikel ini ditulis oleh tim yang terdiri dari Shareen Angelica, Lionnie Aprilia, dan Steven Jonathan, tiga mahasiswa Ukrida.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *