NEWS  

Gegara Candu, Anak Kandung Ini Jebak Ibunya Bawa Sabu ke Lapas

Share

Labuhan Batu, ArmadaBerita.Com

Meski sedang menjalani masa tahanan di Lapas Klas IIB Kota Pinang, niat B. Simbolon untuk mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Diduga hal itu akibat candu terhadap narkoba. Segala upaya pun dilakukannya untuk mendapatkan barang haram itu.

Sampai-sampai ia berhasil menghubungi relasinya di luar penjara untuk menyiapkan sabu. Ironisnya, ia menumbalkan ibu kandungnya sendiri untuk mengantarkan paket sabu itu ke tempatnya di kurung di Lapas Klas IIB Kota Pinang pada Minggu (1/5/2022) sore.

Barang bawaan makanan yang dibawa PA (51) itu pun diperiksa petugas dan didapati satu paket sabu yang dibungkus plastik lakban di dalam minuman jus pokat. Sang ibu pun akhirnya diamankan.

Usut punya usut, saat wanita lanjut usia beralamat di Jalan Simarkaluan Kota Pinan menjalani pemeriksaan, ia tak menyangka jika minuman yang dibawanya berisi sabu.

Kasat Narkoba Polres Labuhan Batu AKP Martualesi yang menerima penyerahan kasus itu mengungkapkan bahwa dari serangkaian penyelidikan dan penyidikan serta gelar perkara yang telah dilakukan terhadap PA berdasarkan fakta fakta berupa keterangan saksi dan hasil Chek Urin PA Negatif mengandung narkotika tidak dapat diminta pertanggung jawaban hukumnya terkait adanya barang bawaannya kepada anak kandungnya.

Sebab, wanita paruh baya itu tidak mengetahui adanya sabu yang akan diberikannya kepada anaknya B. Simbolon yang menjadi warga binaan Lapas Kota Pinang divonis 4,6 Tahun tahun 2021 dalam perkara narkotika.

AKP Martualesi menjelaskan bahwa pada Minggu itu sekira pukul 15.00 WIB, rumahnya didatangi seorang pria berinisial R yang mengaku adalah teman anaknya yang dipenjara. R pun menitipkan 1 cup jus pokat yang telah dikemas rapi untuk diserahkan kepada B. Simbolon. Kebetulan, sore itu PA mau menjenguk anaknya di hari raya ke empat.

“Kedatangan R menyerahkan jus berisi sabun itu disaksikan PS, suami PA. Setelah menitipkan lalu R pergi selanjutnya suami istri itu mengunjungi anaknya di Lapas dan menyerahkan bekal untuk anaknya berupa pakaian, makanan termasuk jus yang dititipkan oleh R kepada petugas Lapas,” ungkap AKP Martualesi.

Sepulangnya dari Lapas sekira pukul 17.00 WIB, B. Simbolon disuruh petugas untuk menelfon ibunya agar kembali datang. Di Lapas, PA ditunjukan dan diberitahu bahwa jus yang dibawanya berisi sabu.

B. Simbolon kembali menjalani pemeriksaan di Sat Narkoba Polres Labuhan Batu. (Ist)

PA pun diserahkan ke Polsek Kota Pinang dan pada hari Senin (2/5/2022) dilimpahkan penanganan ke Sat Narkoba Polres Labuhanbl Batu, selanjutnya pada hari Selasa (3/5/2022) dilakukan pemeriksaan kepada B.Simbolon di Lapas Kota Pinang.

“B. Simbolon mengakui barang yang ditemukan dalam jus tersebut adalah pesanan dia kepada R seharga Rp 1juta berat 1,5 Gram Bruto dan dia menyuruh R untuk menyerahkan jus yang telah berisi diduga narkotika sabu itu tanpa sepengetahuan ibu kandungnya,” ungkap Martualesi.

Atas keterangan itu semua, PA akhirnya dapat dibebaskan. Meski sempat ditahan selama dua hari di Polres Labuhan Batu, polisi akhirnya memulangkan PA ke rumahnya.

“Dalam hal ini terhadap PA tidak dapat ditetapkan sebagai tersangka karena Perbuatan yang dilakukannya tidak ditemukan Niat Jahat (mens rea) dan terhadap R akan kita buron selepas pengamanan Idul Fitri 1443H,” tegas Kasat Narkoba sembari menjelaskan bahwa B. Simbolon telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sedangkan B. Simbolon dalam video pengakuannya yang diterima wartawan menyatakan bahwa hal itu direncanakannya memang tanpa sepengetahuan ibu kandungnya. “Enggak ada keterlibatan mamakku dalam sabu yang diantarkannya ini. Saya rencanakan ini semua,” akunya.

Sementara itu PA dengan berurai air mata mengucapkan ribuan terimakasih kepada Polres Labuhan Batu dan Polda Sumut yang telah membantunya terbebas dari masalah hukum. Ia tidak menyangka anak kandungnya BA yang merupakan anak ke 3 dari 4 bersaudara akan berbuat demikian kepadanya.

“Terimakasih kepada bapak polisi, selama dua hari disini saya terus shalat dan berdoa. Sekali lagi terimakasih yang sebesar-besarnya,” ucapan PA sembari mengusap air mata yang jatuh dipipinya. (ASN/Hums)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *