ArmadaBerita.Com
Buah dari perkuliahan secara daring selama satu semester, mahasiswa yang terlibat dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM-DN) Ukrida 2021, terbitlah satu buku bertajuk toleransi dan keberagaman. Buku itu diberi judul “Nusantara Rumah Kita.”
“Buku ini berisi tulisan-tulisan refleksi mahasiswa peserta PMM-DN Ukrida 2021. Isinya tentang kebhinekaan, toleransi dan keberagaman di Nusantara dengan sudut pandang yang unik,” ujar Prasasti Perangin Angin dalam laporan Tim pada acara penutupan program PMM DN Ukrida 2021 yang digelar secara daring via zoom meeting, Senin (14/2/2022).
Lebih jauh Prasasti menjelaskan, buku itu memuat banyak kisah dari berbagai daerah tempat asal peserta pertukaran mahasiswa yang memilih Ukrida. Modul Nusantara ini membantu mahasiswa untuk mengeksplorasi pengalaman toleransi, pemaknaan kebhinekaan, menerapkan ilmu jurnalisme etnografi menggali nilai-nilai sosial dan seni budaya.
“Kami yakin, semua proses itu akan menumbuhkan kesadaran akan cinta tanah air di hati mahasiswa. Saya berharap, mahasiswa semakin bertanggung jawab, semakin menghargai kebhinekaan sehingga mereka kelak menjadi pelopor-pelopor gerakan kebhinekaan dan agen-agen toleransi dimanapun mereka berada,” jelasnya.
Hadirkan Tiga Tokoh Inspiratif
Selain kuliah Modul Nusantara, Ukrida menghadirkan tiga tokoh inspirasi yang menginspirasi mereka dalam mendalami nilai-nilai keberagaman dan cinta tanah air. Ketiga tokoh itu antara lain: Dr. Lidia Sandra yang membawakan materi tentang passion di dalam membangun dunia pendidikan di Bali dan melalui Ukrida, Denny Boy Saragih, PhD yang membahas pentingnya moderasi beragama, dan Dr Saparso yang mengulas soal toleransi beragama sebagai dosen beragama Muslim berkarya di universitas Kristen.
Prasasti menyebut, puncak dari kegiatan Modul Nusantara adalah modul kontribusi sosial. Melalui modul ini, seluruh peserta pertukaran mahasiswa melakukan pengabdian masyarakat. Mereka ada mengedukasi anak-anak di sekolah tentang bagaimana cara menghadapi pandemi Covid-19, sebagian lagi, membantu masyarakat di kala pandemi. “Karena pertukaran mahasiswa ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga kontribusi sosial dikerjakan di daerah asal masing-masing,” ungkapnya.
Koordinator Tim PMM DN Ukrida 2021 Arien Pattiwael, dalam laporannya mengatakan, bahwa Ukrida menerima 19 mahasiswa dari berbagai kampus untuk belajar di Ukrida. Mereka berasal dari kampus Universitas Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Udayana, Institut Teknologi dan Bisnis Stikom Bali, STMIK Widya Cita Dharma Samarinda dan Universitas Nusa Cendana, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar Bongaya dan Universitas Islam Al-Azhar Mataram.
Namun dari 19 mahasiswa pertukaran itu, hanya 15 orang yang aktif berkuliah. Ke-15 mahasiswa ini berada dalam naungan delapan prodi dan mereka belajar sebanyak 35 mata kuliah. “Proses perkuliahan memang diwarnai dengan ketegangan-ketegangan dan banyak pertimbangan namun semuanya bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Selain menerima 19 mahasiswa dari kampus lain, Ukrida sendiri mengirim sembilan orang mahasiswanya ikut pertukaran mahasiswa untuk belajar di perguruan tinggi lain. Dari sekian mahasiswa itu, mereka tersebar di tujuh kampus antara lain: Universitas Udayana, Universitas Bengkulu, Universitas Andalas, Universitas Jambi, Universitas Malikussaleh Aceh, Universitas Muhammadiyah Metro Lampung dan Institut Seni Indonesia Padang Panjang. “Sembilan mahasiswa kami ini berasal dari dua prodi yakni Sastra Inggris dan Akuntansi,” imbuhnya.
Pimpinan Ukrida menyambut baik terbitnya buku “Nusantara Rumah Kita” itu. Buku hasil pemikiran anak-anak muda ini, menurutnya semakin menambah kekayaan khasanah ilmu pengetahuan. Bahkan, buku ini menjadi satu bukti bahwa di kala pandemi, kita harus tetap berkarya.
Apresiasi dari Rektor
Mengenai pelaksanaan program PMM-DN Ukrida 2021, dalam sambutan Rektor Ukrida yang diwakilkan oleh Wakil Rektor II Ukrida Dr. Oktavia mengapresiasinya karena berjalan dengan lancar, baik program inbound maupun outbound. Meskipun menghadapi koordinasi yang berat, tetapi pada akhirnya semua tantangan itu bisa dilewati.
“Saya berharap pembekalan yang diterima mahasiswa dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu kalian. Tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan ilmu, tetapi juga bagi pengembangan karakter. Menjadi sarjana yang pintar saja tidaklah cukup. Tetapi menjadi sarjana yang berkarakter mulia, jauh lebih baik,” harap Oktavia.
Dalam kesempatan itu, Oktavia mengatakan, Rektor Ukrida mengapresiasi kinerja Tim PMM DN Ukrida 2021, para Dekan, para Kepala Prodi, dan dosen pengampu matakuliah yang telah bekerja keras dan sepenuh hati menyukseskan program pertukaran mahasiswa ini. “Atas nama Rektor Ukrida, saya ucapkan terima kasih,” pungkasnya. (GH)











