Medan, Armadaberita.com – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menekankan pentingnya pendidikan disandingkan dengan prestasi olahraga, agar anak-anak yang bermain sepakbola tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga pengembangan otak dan karakter. Pernyataan ini disampaikan saat pembagian bola FIFA dari Kemenpora kepada SSB Java Medan Club, di Lapangan Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (21/2/2026).
Sofyan Tan mengatakan, jika olahraga hanya mengandalkan otot, hal itu kerap memicu konflik di lapangan. “Kalau hanya mengandalkan otot, kita sering menyaksikan di kompetisi bola tanah air, mulai dari liga kampung hingga liga nasional, selalu diwarnai keributan antar pemain atau kekerasan terhadap wasit. Hal itu jarang terjadi di kompetisi luar negeri,” jelasnya.
Ia menambahkan, bahkan pemain asing yang datang ke Indonesia kadang ikut terprovokasi untuk beradu fisik saat bermain. “Ini menunjukkan pentingnya pendidikan dan pengendalian diri. Sepakbola yang sehat butuh otak, bukan sekadar otot,” tegas Sofyan Tan.
Selain menekankan pentingnya pengendalian diri, Sofyan Tan mengingatkan anak-anak SSB untuk tetap bersekolah hingga perguruan tinggi. Pendidikan dan olahraga, menurutnya, harus berjalan beriringan. “Itu kunci menjadi atlet yang berprestasi sekaligus berkarakter,” katanya.
Sofyan Tan menegaskan, penguatan pendidikan di sekolah sepakbola bukanlah penghalang prestasi, melainkan fondasi agar generasi muda mampu bersaing secara sehat dan profesional, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Anak-anak bisa berprestasi di lapangan sekaligus di kelas,” ujarnya.
Kegiatan pembagian bola FIFA dari Kemenpora ini juga disambut antusias oleh pelatih, pembina, dan pemain SSB Java Medan Club. Mereka berharap program ini tidak hanya mendukung kebutuhan sarana olahraga, tetapi juga menanamkan disiplin dan nilai pendidikan sejak dini.
Dengan kegiatan ini, diharapkan anak-anak SSB dapat mengembangkan potensi olahraga sekaligus memperkuat pendidikan mereka, membentuk atlet berprestasi yang memiliki karakter kuat dan disiplin sejak usia dini.











