Jakarta, ArmadaBerita.Com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) untuk memperkuat pencegahan risiko dan pengendalian faktor bahaya di tempat kerja melalui penerapan prinsip ergonomi.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker Cris Kuntadi dan Ketua PEI Johanna Renny Octavia di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Penandatanganan disaksikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli.
Kerja sama ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, nyaman, dan produktif bagi tenaga kerja Indonesia.
Menaker Yassierli menegaskan, penguatan ergonomi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperbaiki lingkungan kerja.
“Penguatan aspek ergonomi perlu menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM dan lingkungan kerja, serta meningkatkan pencegahan risiko dan pengendalian faktor bahaya di tempat kerja,” ujar Yassierli.
Kesepahaman Kemnaker dan PEI mencakup dua fokus utama. Pertama, peningkatan kompetensi SDM melalui pengembangan kapasitas tenaga kerja dan praktisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berbasis keilmuan ergonomi.
Kedua, penyusunan kajian ilmiah melalui penyediaan basis data dan riset akademik sebagai landasan perumusan kebijakan serta program ketenagakerjaan.
Menurut Yassierli, kolaborasi ini juga membuka ruang pemanfaatan jejaring profesi untuk mengidentifikasi potensi bahaya fisik di berbagai sektor industri dan melakukan intervensi terhadap risiko tersebut.
“Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak bersepakat memanfaatkan jejaring profesi untuk memetakan potensi bahaya fisik di berbagai sektor industri dan mengintervensinya,” kata Yassierli.
Di sela penandatanganan, Johanna Renny Octavia menyerahkan penghargaan Asian Council on Ergonomics and Design (ACED) Award 2026 kepada Yassierli.
Penghargaan tingkat regional Asia tersebut diumumkan dalam konferensi ACED di Singapura pada awal Agustus 2026. Johanna menyampaikan, PEI merekomendasikan Yassierli sebagai penerima penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya terhadap perkembangan keilmuan serta penerapan ergonomi di Indonesia. (*/Red)











