Bobby Nasution Genjot Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km dan Jalan Desa Dibangun Mulai 2027

Gubernur Sumut Bobby Nasution ikut Panen Raya Padi bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Tani di Desa Kebun Kelapa, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Selasa (3/11/2026). Ist
Share

Langkat, ArmadaBerita.Com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mempercepat pembangunan kawasan pertanian unggulan di Kabupaten Langkat. Mulai 2027, pembangunan irigasi sepanjang 7,5 kilometer, jalan desa, jalan produksi, hingga jembatan penghubung antardesa dan dusun akan diintervensi melalui anggaran provinsi.

Program tersebut ditegaskan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution saat menghadiri Panen Raya Padi di Desa Kebun Kelapa, Kecamatan Secanggang, Langkat, Selasa (3/11/2026). Percepatan infrastruktur ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan.

Bobby mengatakan, Kecamatan Secanggang memiliki 967 hektare lahan persawahan yang masih mengandalkan sistem tadah hujan. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala peningkatan intensitas tanam dan produktivitas padi.

“Terima kasih dukungan dari Bupati Langkat untuk menjadikan ini menjadi kawasan sawah unggulan. InsyaAllah tahun depan melalui dinas terkait, kita akan membangun irigasi sepanjang 7,5 Km yang akan mengairi sawah,” ujar Bobby.

Irigasi yang bersumber dari Sungai Wampu tersebut ditargetkan meningkatkan frekuensi panen dari dua kali menjadi tiga kali setahun. Produktivitas padi juga diharapkan meningkat dari rata-rata 6 ton per hektare menjadi 9 hingga 10 ton per hektare.

“InsyaAllah akan kami mulai tahun depan. Dari mulai Sungai Wampu (sumber) airnya akan dialirkan untuk mengairi sawah. Dan saya memberikan kesempatan kepada Bapak Ibu apa yang ingin disampaikan, jika ada yang masih kurang (dibutuhkan) di sini,” sebut Bobby.

Selain irigasi, Pemprov Sumut juga menyiapkan intervensi pembangunan infrastruktur desa melalui APBD provinsi mulai 2027 hingga 2030. Sasaran program meliputi jalan penghubung antardesa, antardusun, akses fasilitas pelayanan publik seperti sekolah dan Puskesmas, jalan produksi, serta jembatan.

Pemerintah desa nantinya dapat mengajukan langsung usulan pembangunan kepada pemerintah provinsi. Pelaksanaan pembangunan akan dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas, dengan pemerintah desa sebagai pelaksana.

“Kita akan kumpulkan (data usulan) dari perangkat desa untuk program ini. Nanti akan kami sampaikan program ini sampai dengan 2030. Jadi per tahun ada beberapa desa, dan pemdes yang mengerjakannya,” pungkas Bobby.

Bobby juga menegaskan, pembangunan kawasan pertanian Secanggang akan disinkronkan dengan program pemerintah kabupaten dan Kementerian Pertanian. Dukungan tersebut mencakup pembangunan irigasi, infrastruktur jalan, hingga penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Jadi sudah kami minta percepatan, agar kawasan ini kita bisa intervensi. Mulai dari irigasi sampai dengan Resmiling. Untuk sinkronisasi program, kita akan lihat dari Kabupaten Langkat, mana yang belum, seperti tadi soal jalan, melalui bantuan keuangan provinsi (BKP). Karena ini sudah menjadi kawasan unggulan,” ungkap Bobby.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Fariz Haholongan Hutagalung mengatakan, luas persawahan di Kecamatan Secanggang mencapai sekitar 3.541 hektare. Desa Kebun Kelapa juga telah masuk rencana program strategis daerah pengembangan kawasan padi unggulan pada 2027.

“Kita juga ada bantuan satu unit mesin Resmiling seperti disampaikan Pak Gubernur. Serta gudang penyimpanan dengan kapasitas 600 Ton. Di samping itu kita juga membantu bibit hibrida, karena saat ini pertaniannya masih tadah hujan,” jelas Fariz.

Plt Bupati Langkat Tiorita Surbakti menyampaikan apresiasi atas percepatan pembangunan yang didorong Pemprov Sumut. Kabupaten Langkat memiliki lahan pertanian sekitar 20.234 hektare, dengan 3.541 hektare atau 17,5% berada di Kecamatan Secanggang.

“Sekali lagi terimakasih Pak Gubernur telah mendorong percepatan pembangunan ini, baik dari provinsi maupun melalui koordinasi dengan instansi berwenang,” ucap Tiorita.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby Nasution juga mendengarkan aspirasi petani, termasuk permintaan penambahan alsintan berupa mesin panen dan mesin tanam serta pembangunan infrastruktur pendukung. Ia turut turun langsung mengoperasikan mesin panen padi dengan didampingi operator bersama Plt Bupati Langkat dalam kegiatan panen raya.

Sementara itu, Kepala Desa Kebun Kelapa Amin Dairabi menyambut baik rencana intervensi pembangunan jalan desa melalui anggaran provinsi. Pihaknya menyatakan siap menyiapkan proposal usulan pembangunan untuk mendukung kebutuhan infrastruktur di desanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *