Medan, ArmadaBerita.Com
Fraksi Partai Nasdem DPRD Kota Medan menghimbau Pemko Medan agar jangan melakukan penggusuran dari isu-isu yang berkembang, mengenai akan dilaksanakannya revitalisasi di Pusat Pasar.
Imbauan keras Fraksi Partai Nasdem itu dibacakan Anggota DPRD Kota Medan dari Parta Nasdem, Antonius Devolis Tumanggor pada saat Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R.APBD) Tahun Anggaran 2025, sekaligus pendapat fraksi-fraksi DPRD Kota Medan di Gedung Dewan, Selasa (10/9/2024).
“Karena tidak hanya pedagang, menurut pendapat kami, kebijakan ini akan sangat meresahkan jika Pusat Pasar yang mengandung nilai sejarah tersebut harus diubah total (revitalisasi). kami meminta agar Pihak Pemko Medan tidak memindahkan, menggusur dan merevitalisasi yang berbentuk menghancurkan bangunan,” tegasnya.
“Kita harus memikirkan bagaimana nasib sekitar 3000 kios dan 10.000 karyawan di Pusat Pasar Medan. Menurut kami pusat pasar juga merupakan bangunan yang harus dilindungi,” timpalnya lagi.
Meski begitu, Fraksi Partai Nasdem mengakui mendukung revitalisasi, namun yang hanya sebatas perbaikan, penataan dan pengembalian lagi seperti semula. Alasannya karena Pusat Pasar merupakan nilai sejarah Kota Medan yang harus ditonjolkan. “Kami menolak adanya pembongkaran revitalisasi Pusat Pasar karena Pusat Pasar merupakan bangunan yang sudah berdiri sejak lama dan merupakan bangunan aset bersejarah di kota Medan,” tegas Antonius.
Apalagi, sambung Antonius, belum memiliki atau menemukan solusi akan nasib mereka yang menggantungkan hidup di Pusat Pasar. Jika memang di revitalisasi, hardik Antonius, maka ada belasan ribu karyawan yang akan hilang mata pencahariannya.
“Kami dari Fraksi Partai Nasdem tidak sepakat mengani revitalisasi Pusat Pasar. Kami meminta OPD dan pihak terkait, jangan main-main dengan masalah revitalisasi Pusat Pasar kalau memang tidak membawa kebaikan kepada pedagang, karyawan, dan yang mencari penghidupan di sana,” tegas Antonius menekankan.
Menanggapi Imbauan keras dari Fraksi Partai Nasdem tersebut, Bobby Nasution yang hadir duduk bersama Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Medan langsung memberikan jawaban nyentrik. Menantu Presiden Joko Widodo ini pun menyahutinya dengan pribahasa “Lempar Batu Sembunyi Tangan”.
Pribahasa itu dimaksudnya kepada Fraksi Nasdem yang dianggapnya dari awal Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Medan telah menyepakati akan revitalisasi Pusat Pasar. “Pepatah ini saya sampaikan agar tidak terjadi hal-hal yang dikira dalam sisa masa jabatan kami untuk mengerjakan revitalisasi Pusat Pasar yang mungkin akan bisa terjadi apabila kali ini terus dilanjutkan oleh Fraksi Partai Nasdem itu sendiri,” celetuk Bobby Nasution dengan perkataan seperti sindiran yang seakan dimengerti boleh politikus-politikus yang berhadir.
Tanggapan dengan penyampaian pribahasa “Lempar Batu Sembunyi Tangan” ini pun disambut gelak tawa dan guyonan orang-orang di ruang Paripurna, termasuk para anggota Dewan. Meski sempat merespon celetuk dari para anggota Dewan dengan membalas tidak terlalu formal, namun Bobby Nasution tidak melanjutkan pembahasan itu lagi. Bobby meneruskan dengan pemaparan mengenai RAPBD Tahun Anggaran 2025 yang saat itu juga telah disetujui dan ditandatangani bersama. (Asn)











