Medan, ArmadaBerita.Com – Upaya membongkar jaringan peredaran narkotika lintas negara kembali membuahkan hasil. Tim gabungan Satresnarkoba Polrestabes Medan bersama Polsek Medan Baru mengungkap sebuah gudang penyimpanan sabu yang diduga menjadi bagian dari sindikat narkoba jaringan Cina–Malaysia–Indonesia.
Dari penggerebekan yang dilakukan di sebuah rumah di Jalan Antariksa, Gang Makruf Ujung, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, polisi menyita lima bungkus sabu dengan total berat mencapai 5 kilogram. Seorang pria berinisial EG (45), yang dikenal dengan panggilan “Gondrong”, ditangkap dan diduga berperan dalam jaringan tersebut.
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan selama sepekan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.
“Ini merupakan hasil operasi gabungan Satresnarkoba Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru. Berkat penyelidikan yang intensif, kami berhasil mengungkap gudang penyimpanan narkotika yang diduga menjadi bagian dari jaringan internasional,” terang Rafli, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, sabu yang disita diduga akan diedarkan di Kota Medan dan sejumlah daerah di sekitarnya. Keberhasilan pengungkapan tersebut dinilai berhasil mencegah peredaran narkotika dalam jumlah besar yang berpotensi merusak ribuan masyarakat.
Meski telah menangkap satu tersangka, penyidikan belum berhenti. Polisi kini memburu seorang pria berinisial R yang diduga berperan sebagai pemasok sabu kepada EG sekaligus memiliki posisi penting dalam rantai distribusi jaringan tersebut.
Rafli menegaskan tim gabungan masih terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap seluruh mata rantai sindikat, termasuk memburu pelaku lain yang diduga terlibat.
“Kami akan terus mengejar para pelaku hingga tuntas. Siapa pun yang terlibat dalam jaringan ini akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Polisi meyakini pengungkapan gudang penyimpanan sabu tersebut menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan peredaran narkotika yang lebih besar, sekaligus mempersempit ruang gerak sindikat lintas negara yang menjadikan Sumatera Utara sebagai salah satu jalur distribusi narkoba.











