Belawan, ArmadaBerita.com – PT Prima Multi Terminal (PMT) terus memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan dengan menggelar kegiatan Ngobras & Safety Induction Bahaya Blind Spot di Terminal Belawan, Kamis (30/7). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran para pekerja terhadap potensi risiko kecelakaan akibat titik buta (blind spot) saat beraktivitas di area operasional pelabuhan.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan dalam empat sesi dan diikuti sekitar 360 peserta yang terdiri dari operator alat berat, pengemudi kendaraan operasional, serta pekerja lapangan yang terlibat dalam aktivitas bongkar muat di Terminal Belawan.
Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya blind spot, yaitu area di sekitar kendaraan atau alat berat yang tidak dapat terlihat secara langsung oleh operator. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor risiko yang perlu diwaspadai mengingat tingginya mobilitas alat berat, truk, dan pekerja di kawasan terminal.
Manager Pengelolaan Operasi Terminal 1 PMT, Harlem Susanto Purba, menegaskan bahwa pemahaman mengenai bahaya blind spot harus dimiliki seluruh pekerja yang beraktivitas di lingkungan pelabuhan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran seluruh operator dan pekerja pelabuhan mengenai pentingnya memahami area blind spot. Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama, sehingga setiap individu harus memahami risiko yang ada dan menerapkan prosedur keselamatan secara disiplin dalam setiap aktivitas operasional,” ujarnya.
Menurut Harlem, edukasi keselamatan yang dilakukan secara berkelanjutan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan bebas dari kecelakaan.
Ia menambahkan, budaya keselamatan harus menjadi bagian dari setiap aktivitas kerja. Dengan memahami potensi risiko serta mematuhi seluruh prosedur yang berlaku, kecelakaan kerja dapat dicegah sehingga operasional pelabuhan tetap berjalan secara aman dan efisien.
Komitmen tersebut dibuktikan melalui capaian PMT di Terminal Belawan yang hingga saat ini masih mempertahankan zero accident atau nihil kecelakaan kerja. Capaian itu diharapkan dapat terus dipertahankan melalui penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), peningkatan kompetensi pekerja, serta pelaksanaan program edukasi keselamatan secara berkesinambungan.
Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan Ngobras & Safety Induction juga menjadi wadah komunikasi antara manajemen dan para pekerja untuk berbagi pengalaman, mengidentifikasi potensi risiko di lapangan, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama seluruh insan pelabuhan. (Bakhtiar)











