Bahas Evaluasi Anggaran, Rapat Komisi III DPRD Medan dan BAPEMDA “Memanas”

Rapat evaluasi anggaran TW I Komisi III DPRD Medan dan OPD Pemko. (Dok. ABC)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Rapat evaluasi anggaran triwulan I TA 2024 yang digelar Komisi III DPRD Kota Medan bersama OPD di lingkungan Pemko Medan sempat diwarnai perbedaan argumen. Alhasil, Rapat yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Medan, Affif Abdillah, Senin (29/4/2024) sore tadi, sempat “memanas”.

Digelar di ruang Rapat Komisi III, rapat ini turut dihadiri anggota Komisi III yakni, Erwin Siahaan, RM Khalil Prasetyo dan Dhiyaul Hayati. Hadir pula Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daera (BPKAD), M. Ashari Lubis, dan juga Kepala Badan Pendapatan Daerah (BAPEMDA), Ir Endar Sutan Lubis, M.Si.

Rapat tersebut awalnya berjalan santai seperti biasa saat Endar Sutan Lubis memaparkan mengenai biaya retrebusi tempat hiburan yang turun menjadi 10 persen seperti tempat Refleksi, SPA hingga Panti Pijat yang berada di Kota Medan.

Endar mengaku jika pihak pengelola SPA banyak yang membuat plank usahanya menjadi Paniti Pijat. Padahal di dalamnya menyediakan pelayanan seperti di SPA dengan fasilitas yang memadai. “Sekarang SPA berebut jadi Panti Pijat karena  pajaknya 10 persen, karena kalau SPA pajaknya 30 persen,” kata Endar.

Alhasil, Endar Sutan Lubis dicerca beragam pertanyaan dari para anggota dewan, termasuk mengenai kendala yang dihadapi serta ulasan memberikan masukkan kepada BAPEMDA. Terlebih saat memasuki pajak registrasi rumah makan, restoran dan juga hotel.

Endar menegaskan bahwa pihaknya tak mau tau tentang kesulitan pihak Restoran, ataupun Hotel mengenai penunggakan dan tak mampu membayar pajak. “Itu urusan mereka, karena itu uang pajak yang diberikan pelanggan dan seharusnya disalurkan ke kita (pemerintah). Kecuali ada surat dari kejaksaan yang memperbolehkan,” cetusnya.

Rapat tersebut pun semakin “memanas” ketika anggota Komisi III yakni RM Khalil Prasetyo dan Erwin Siahaan mengomentari Endar dan menyarankannya untuk melakukan sosialisasi agar pemerintah kota Medan dalam hal BAPEMDA untuk meningkatkan literasi perpajakan kepada pengusaha restoran, hotel, dan lainnya. “Supaya mereka para pengusaha itu tau dan berkewajiban menyisihkan hasil pendapatannya yang merupakan uang pajak,” sebut RM Khalil.

Senada juga Erwin Siahaan yang menyarankan BAPEMDA agar melakukan sosialisasi melalui media. “Bila perlu mengontrak setahun di radio dan mensosialisasikan pajak itu. Ajak orang-orang pajak juga supaya masyarakat terliterasi,” saran Erwin.

Lagi-lagi Endar menjelaskan bahwa manajemen pengusaha itu hanya mementingkan pemasukan saja. Semisal, kata Endar memberi contoh, setiap pembeli atau konsumen restoran melakukan pembayaran, namun uang yang dibayarkan sudah dengan uang pajak itu dimasukkan ke laci pengusaha. “Seharusnya dengan pembayaran 200 ribu, dia sisihkan untuk pajak semisal 20 ribu dan 180 ribu dimasukkan ke lacinya,” jelasnya.

Meski sudah disarankan untuk melakukan sosialisasi lewat media untuk meliterasi masyarakat, Endar terus saja mengajak debat dengan menjawabi para anggota dewan dengan berlainan tanggapan. Endar yang tak terima malah berucap akan bertemu para anggota dewan itu di luar. “Nanti kan ketemu kita di luar,” ucapnya.

Hal itu membuat RM Khalil Prasetyo marah. “Bapak intinya nggak bisa dikoreksi dan nggak bisa dikasih saran. Padahal statemen saya barusan memuji bapak, tapi kenapa itu yang membuat bapak marah-marah dan mengatakan saya berpikiran negatif, dimana kata-kata saya tidak menghormati bapak? Padahal saya lihat tangan bapak menunjuk-nunjuk Ketua Komisi dan kami. Bapak sudah menghina lembaga ini,” ketusnya.

Meski dicerca oleh RM Khalil Prasetyo, Endar serasa tak gentar dengan seolah tak ambil pusing. “Terserah, saya keluar juga nggak apa-apa,” jawabnya yang merasa tak rugi jika dikeluarkan dari rapat.

Menanggapi sikap Endar, membuat Erwin Siahaan semakin geram. Ketua Ojol ini bahkan sempat menyarankan agar Endar keluar dari ruang rapat. “Udah, keluar saja,” tegur Erwin.

“Kita diamanatkan oleh masyarakat berada di gedung ini, kita sama-sama punya masa, dan di sini anda harus menghormati kita,” tegas Erwin lagi.

Debat itu pun bisa ditengahi Afif Abdillah selaku pemimpin rapat. “Kebetulan ini ada rapat lagi dengan pihak PD Pasar dan rapat ini harus kita tutup. Jadi apabila ada kesalahan pada kita semua mumpung momen masih lebaran, kita saling bermanfaat,” tukas Afif sembari menutup rapat. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *