Tingkatkan Kebersamaan Guru dan Murid, MTSN 2 Lubuk Pakam Buat Program Sarapan Bersama

Share

Deli Serdang, ArmadaBerita.Com

Untuk meningkatkan rasa kebersamaan terhadap Kepala Sekolah (Kepsek), Guru, dan Murid, Madrasyah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 2 Lubuk Pakam membuat program “Sarapan Bersama”.

Kegiatan ini dilaksanakan dua kali dalam sebulan tiap Minggu ke 2 dan Minggu ke 4 setiap hari Sabtu. Sarapan Bersama ini berlaku bagi semua siswa mulai dari kelas 7 hingga 9 yang langsung didampingi Kepsek dan para guru-guru. Makan bersama ini dilakukan setelah pelaksanaan senam pagi pada jam 07.20 WIB di halaman sekolah.

Selain itu, untuk menghidupkan suasana belajar, MTS Negeri 2 Medan juga melakukan program belajar bersama di luar kelas.

Saat ditemui di MTSN 2 Lubuk Pakam di Jalan Karya Agung, Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Muhammad Syukur, S.Pd.I MA selaku Kepala Sekolah mengatakan, program sarapan yang digagas sebagai bentuk kebersamaan terhadap murid beserta para pengajar.

Dikatakan Muhammad Syukur, sarapan pagi adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan peserta didik, dan dilakukan bersama-sama merupakan pengamalan sunah Rasul Muhammad SAW.

Untuk itu, Muhammad Syukur berharap kegiatan ini dapat terus berjalan menjadi pembiasaan positif keluarga besar MTSN 2 Lubuk Pakam serta membangun kebersamaan bersama Kepsek, Guru dan Murid. “Selain itu tujuannya biar anak-anak cinta dengan masakan orang tua masing-masing dan dapat bersyukur,” tutur, Muhammad Syukur yang turut didampingi Wakilnya Edi Sundowo MA kepada wartawan, Rabu (10/8/2022).

Dengan adanya sarapan bersama ini, imbuh Muhammad Syukur, bertujuan untuk menghindarkan peserta didik dari kebiasaan jajan kurang sehat. Menjadikan kebersamaan antara guru dan murid lebih erat.

“Sehingga MTS Negeri 2 Lubuk Pakam memutuskan Makan Bersama menjadi agenda rutin yang harus diikuti oleh semua siswa dan guru. Dengan begitu antara siswa dan guru akan tercipta lebih erat kebersamaannya serta anak diajarkan untuk mandiri,” ungkap Muhammad Syukur.

Edi Sundowo pun menambahkan bahwa tidak bisa dipungkiri anak zaman sekarang masih banyak disuapi orang tua. Adanya rutinitas ini di sekolah inilah mau tidak mau siswa akan dilatih mandiri serta menjadi terbiasa dengan hal-hal pokok seperti makan.

“Selain itu kami juga berusaha melatih peserta didik untuk lebih menghargai makanan, memakan apa yang telah disediakan dan tidak pilih-pilih makanan. Rasa syukur itulah yang ingin kami terapkan sejak dini,” timpal Edi Sundowo yang juga sebagai penggajar Agama. (Syafi’i hrp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *