Harga Ayam Masih Biang Kerok Inflasi, Sekdaprov Sumut Tegur Dinas Perkebunan dan Peternakan

Share

ARMADABERITA | MEDAN – Meski data menunjukkan produksi daging ayam ras di Sumatera Utara surplus puluhan ribu ton, nyatanya komoditas ini masih jadi penyumbang inflasi. Kondisi itu membuat Sekdaprov Sumut, Togap Simangunsong, angkat suara.

Saat berkunjung ke Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut, Kamis (4/9), Togap menegaskan agar dinas terkait lebih aktif mengawasi pasokan dan harga, serta cepat bertindak jika ada gejolak. “Surplus ada, tapi kalau distribusi dan harga tidak terkendali, ya tetap memberatkan masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan data BPS, hingga Agustus 2025, daging ayam ras menyumbang inflasi 0,12% (m-to-m), bersama beras dan bawang merah. Padahal, produksi ayam ras di Sumut tercatat 279.766 ton, jauh melebihi kebutuhan 218.239 ton.

Togap pun minta rantai distribusi dijaga, produksi lokal diperkuat, dan sinergi petani-peternak dengan pemerintah terus ditingkatkan. “Jangan sampai surplus hanya di atas kertas, tapi di pasar rakyat harganya tetap mencekik,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *