Percut, armadaberita.com
Putra dan Budi, memang terbilang lagi apes. Niat awalnya mungkin bukan mencuri. Namun sialnya saat melintas berboncengan naik speda motor Honda Beat warna Putih di Jalan Tempuling, Kecamatan Medan Tembung, keduanya langsung terhenti melihat dompet di atas sepeda motor.
Difikirnya mereka lagi dapat rezeki. Rupanya saat dompet itu diambil, si pemilik yang ternyata seorang wanita (ibu-ibu), melihatnya beberapa meter dari lokasi.
Spontan ibu itu meneriakinya maling. Perhatian warga langsung menuju ke arahnya. Tak sampai disitu, warga yang mendengar teriakan ‘maling’ seakan bergerak tanpa dikomandoi. Keduanya pun dihujani pukulan, Senin (16/12) sore.
Beruntung polisi yang mengetahui informasi itu cepat datang. Warga yang ramai menghajar langsung dihalau. Kedua pelaku pun dibawa ke komando Polsek Percut Sei Tuan. Namun, korbannya menghilang.
Panit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Ipda Supriadi saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut.
Namun dikatakannya, korban belum datang melapor. Pasalnya saat dihajar massa, korban diduga ketakutan sehingga kabur meninggalkan lokasi setelah dompetnya kembali.
“Jadi, kedua pelaku ini naik sepeda motor berhenti setelah melihat dompet korban terletak di atas sepeda motornya. Dompet itu sempat diambil, tapi pas diteriaki maling, dompetnya diletakkan kembali dan kedua pelaku sudah dihajar massa,” terang, Supriadi, Senin petang.
Sementara kedua pelaku mengaku tak berniat mengambil dompet milik wanita tersebut. Akan tetapi, keduanya dari kejauhan mengetahui dompet itu tertinggal di atas kreta dari korbannya.
“Niat awal gak ada bang, tapi pas nampak dompet itu kami langsung berhenti dan mengambilnya. Terus diteriaki ibu itu,” ucap keduanya yang mengaku tinggal dikawasan Jalan Bersama, Kecamatan Medan Tembung ini. (Nst)











