Percut, ArmadaBerita.Com
Dua kubu organisasi kepemudaan (OKP) kembali terlibat bentrok di Jalan H. Anif, Desa Sampali, Kongsi VI, Dusun 24, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumut, Selasa (15/6/2021) sore. Bentrokan terjadi diduga dikarenakan saling mengklaim lahan eks HGU seluas 4 Hektar di lokasi Desa Sampali.
Karena saling mengklaim, salah satu massa dari OKP dari IPK (Ikatan Pemuda Karya) pimpinan Dedi Marbun, sejak pukul 10.00 WIB, mengerahkan massa sekitar 30 orang menggunakan 3 unit truk mendatangi lokasi lahan di Jalan H. Anif, Kongsi VI, Dusun 24, Desa Sampali dan langsung menduduki lahan seluas 4 Hektar tersebut.
“Tapi, sekitar satu jam kemudian, masa dari ormas IPK meninggalkan lokasi lahan itu,” kata Daud, warga Sampali kepada wartawan.
Selanjutnya sekitar pukul 15.00 WIB, giliran rombongan ormas PP (Pemuda Pancasila) melintas di lokasi dan berhenti.
Salah satu massa OKP itu pun melakukan pengerusakan terhadap bangunan serta satu Unit mobil Angkot Nopol BK 1732 DN dan satu Unit SPM. Bahkan dalam pengerusakan tersebut terdapat masyarakat yang terkena pukulan sehingga mengalami luka di kening. “Korban luka di kepala hingga berdarah bernama, Markus Sitanggang,” sebut warga lainnya.
Alhasil, kedua ormas saling mempersenjatai diri dan bersiap saling serang. Terdengar beberapa kali ledakan. Diduga kedua kubu yang terlibat saling lempar batu dan kayu juga meletuskan mercon untuk menyerang. Salah satu kubu juga sempat mundur karena kalah serang, namun dari lawan terus mengejar dan keduanya terus saling lempar.
Mengetahui hal itu, personel gabungan dari Polsek Percut Sei Tuan yang dipimpin Kapolsek Percut, AKP Janpiter Napitupulu dan personel Koramil Kodim 0201-13/PST tiba di lokasi dan langsung membubarkan kedua ormas yang bersiteru tersebut.
Panggil Ketua OKP yang Bersiteru
Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu menegaskan akan memanggil ketua Organisasi kepemudaan (OKP) terkait bentrok yang terjadi.
“Apa yang dilakukan hari ini baik itu pengerusakan dan ada masyarakat yang terluka, maka ketuanya harus bertanggung jawab. Ketuanya akan saya panggil,” tegas Janpiter.
Ia juga menjelaskan, kedua OKP yang bertikai yaitu Pemuda Pancasila (PP) dan Ikatan Pemuda Karya (IPK). Bentrok terjadi diduga karena kedua OKP itu saling klaim kepemilikan lahan seluas empat hektar di lokasi kejadian.
Akibat bentrok ini, lanjut Janpiter, ada satu rumah yang dijadikan kedai nasi mengalami pecah kaca pada bagian stelingnya. Kemudian ada satu unit sepeda motor dan angkot juga rusak. Selanjutnya ada rekan jurnalis yang mengalami luka di bagian pipi kanan.
“Untuk aat ini situasi sudah bisa dikendalikan. Kepada warga yang mungkin menjadi korban atau mengalami kerugian saya minta membuat laporan ke Polsek, untuk segera kita tindaklanjuti,” pungkasnya. (ASN)











