NEWS  

Pemprov Sumut Percepat Pembangunan 10 Jembatan Pascabanjir, Delapan Sudah Rampung

Konferensi Pers terkait Perkembangan Penanganan Bencana Alam di Sumut dengan narasumber Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumut Basarin Yunus Tanjung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumut. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mempercepat pembangunan jembatan di wilayah terdampak banjir guna memulihkan akses transportasi dan distribusi logistik masyarakat. Hingga 25 Februari 2026, dari 10 jembatan yang dibangun bersama TNI, delapan di antaranya telah selesai.

Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumut, Basarin Yunus Tanjung, dalam temu pers yang diselenggarakan Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (25/2/2026).

“Ada 10 jembatan yang sedang kita bangun bekerja sama dengan TNI, sekarang sudah siap delapan jembatan. Tapi karena terjadi banjir kembali pada tanggal 11 dan 16 Februari, ada satu jembatan yang kembali bergeser dan mengalami kerusakan, dan akan kita perbaiki kembali,” ujarnya.

Basarin yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Darurat Bencana Provinsi Sumut menjelaskan, sejumlah wilayah memang mengalami akses terbatas, namun tidak sepenuhnya terisolir. Kendaraan roda dua dan pejalan kaki masih dapat melintas, sementara kendaraan roda empat baru dapat masuk setelah perbaikan jalan dan jembatan rampung.

Berdasarkan data Posko Darurat Bencana Sumut per 25 Februari 2026, wilayah dengan akses terbatas terdapat di dua kabupaten, yakni Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Di Tapanuli Utara, wilayah terdampak berada di Kecamatan Sipaholon dan Parmonangan, meliputi Desa Rura Julu Tomuan, Pertengahan, Huta Tua, dan Huta Julu Parbalik.

Sementara di Tapanuli Tengah, akses terbatas terdapat di Kecamatan Tukka dan Sibabangun, mencakup Desa Saur Manggita, Sait Kalangan Dua, Sigiring-giring, dan Sibio-bio.

Target Selesai Maret 2026

Selain membangun jembatan, Pemprov Sumut juga melakukan penggalian timbunan material banjir di sepanjang jalan desa serta memperbaiki jembatan yang rusak.

“Kalau cuaca mendukung, progresnya bisa selesai pada bulan Maret nanti. Kita harapkan cuaca mendukung,” kata Basarin.

Jembatan yang dibangun merupakan jenis jembatan rampo, yakni konstruksi berbahan besi yang dilengkapi plat pada bagian tembok, kemudian bagian atasnya ditimbun tanah. Material pembangunan disediakan Pemprov Sumut, sementara peralatan didukung TNI.

“Ini sedang kita bangun bekerja sama dengan TNI, bahan material dari Pemprov dan peralatannya dari TNI. Mudah-mudahan sudah bisa dilalui roda empat untuk mengangkut stok makanan,” ujarnya.

Operasi Modifikasi Cuaca

Menyusul banjir susulan pada 11 dan 16 Februari, Pemprov Sumut juga melaksanakan operasi modifikasi cuaca pada 18–21 Februari 2026 di dua titik, yakni Bandara Silangit dan Bandara Kualanamu.

Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan dengan mencegah curah hujan terkonsentrasi di satu wilayah, khususnya di Tapanuli Tengah.

Data Dampak Bencana di Sumut

Dalam kesempatan yang sama, Basarin juga memaparkan data terkini dampak bencana di Sumut. Tercatat sebanyak 479.047 kepala keluarga atau 1.803.725 jiwa terdampak. Jumlah pengungsi mencapai 909 KK atau 3.506 jiwa. Korban meninggal dunia tercatat 376 jiwa, luka-luka 4 jiwa, dan 40 orang masih dinyatakan hilang.

Pemprov Sumut berharap percepatan pembangunan infrastruktur ini dapat segera memulihkan mobilitas warga serta memastikan distribusi bantuan dan kebutuhan pokok berjalan lancar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *