NEWS  

Motor Ojol Dilarikan Kibus Polisi, Kasusnya Sempat Viral di Medsos

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Rahmad Suhendra (45) kesal bukan kepalang. Pasalnya, sepeda motor Honda Beat warna Hitam BK 2573 AIL yang selalu digunakannya mencari nafkah, kini raib dilarikan orang.

Apalagi, orang yang melarikan pernah dikenalnya. Namun sejak kejadian (selama sebulan) sampai dilaporkan ke Polsek Percut Sei Tuan, pelaku tak berhasil ditemukan. Alhasil, Rahmad Suhendra membeberkan prihal yang menimpanya ke Media Sosial (Medsos) hingga viral.

Ketika ditemui wartawan di Polrestabes Medan, Rahmad Suhendra mengaku motor miliknya dilarikan oleh pria yang bernama, Muhammad Rizky Boby Siagian alias Boby Siagian (25).

“Dia itu (Boby Siagian) kibus polisi di Polsek Medan Kota bang,” kata warga Dusun III, Desa Jati Kusuma, Kecamatan Namorambe, Deli Serdang, Sumatera Utara ini saat saat diwawancarai wartawan, Senin (5/10/2020) siang.

Dikisahkannya bahwa motornya dilarikan pelaku dari Simpang Jalan Selamat Ketaren, tepatnya di depan Alfamart, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jum’at (4/9/2020) lalu, sekira pukul 16.00 WIB.

Dimana dua hari sebelumnya, ia dichat melalui massanger facebook oleh pria yang pernah dikenalnya di Lapas Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Sersnag, Sumatera Utara. Sehari setelahnya pelaku lantas meminta nomor HP/WA.

“Paginya minta nomor WA, siangnya aku dihubunginya ngajak jumpa di Jalan Bersama, Mandala By Pas, Percut Sei Tuan. Kebetulan saya kan kerjanya di lapangan sebagai ojek online (ojol),” sebut, Rahmad Suhendra.

Dari situ, korban yang masih mengenakan jaket ojek online ini diajak pelaku untuk menemui beberapa orang di Polsek Medan Kota.

“Saya lihat kok, dia sama polisi, soalnya kelihatan penampilan 4 pria yang bersamanya ada yang membawa pistol di pinggangnya dan memang mereka polisi,” beber korban.

Tak lama, korban berboncengan diajak korban ke suatu tempat dan sampai di depan Alfamart Jalan Selamat Ketaren. Disitu ternyata 4 anggota polisi yang dimaksud sudah berada di lokasi.

Begitu korban dan pelaku tiba dengan berboncengan motor korban, pelaku langsung menghampiri ke empat polisi tersebut dan berkomunikasi. Hal itu semakin membuat korban yakin kalau oknum polisi tadi rekannya.

Hingga akhirnya pelaku mengaku kepada korban bahwa ke empat polisi tadi akan menangkap seorang pelaku kriminal di dekat kantor Ormas Kepemudaan (OKP) di depan kampus Unimed, dan pelaku (Boby Siagian) sebagai rasanya (penunjuknya).

“Dia (Boby Siagian) mengaku kalau mereka akan menangkap orang yang pernah mengkibusinya sehingga pelaku pernah dipenjara,” beber korban.

Tak lama, polisi tadi menuju lokasi yang dimaksud dan korban ikut mengantarkan pelaku dengan berboncengan motor korban. Beberapa menit selanjutnya, pelaku mengajak korban kembali ke depan Alfamart Jalan Selamat Ketaren hingga terjadi penipuan dan penggelapan.

Sewaktu di depan Alfamart tadi, pelaku pun mengaku akan meminjam motor korban dengan alasan untuk mengambil uang.

“Apesnya lagi, pas dia pinjam kretaku, aku kasih lagi uang 20 ribu agar minyak kretaku diisi. Tapi aku tunggu sampai malam dia gak datang juga,” keluh korban.

Karena penasaran, ia menemui ke empat polisi tadi di Polsek Medan Kota. Disitu ia bertemu dengan petugas Provost Polsek dan kisah itu diceritakannya.

“Provost tadi pun menelfon salah satu polisi yang ku cerita kan ciri-cirinya dan polisi itu datang, tapi anehnya polisi tadi malah mengaku uang mereka sebesar Rp 500 ribu juga dibawa lari si pelaku juga,” kesalnya.

Alhasil, korban pun melapor ke Polsek Percut Sei Tuan, sesudah 1 x 24 jam dari kejadian penggelapan itu. Laporan itu tertuang dengan tanda bukti lapor Nomer : STPLP/1896/IX/2020/SPKT Percut yang diterima oleh KA SPKT Aiptu H. Manurung.

Namun hingga sekarang kabar pelaku yang diketahui berpindah-pindah tempat tinggal juga belum nongol dan ditangkap polisi. Korban yang kesal memposting laporan dan keluhannya ke media sosial facebook yang ditujukan ke Polrestabes Medan dan Kapolda Sumut.

Di postingan itu, ia juga membeberkan bahwa motornya telah dilarikan “Rusa” yang sudah menjadi Babi dan meminta bantuan agar pelaku dapat tertangkap.

Terkait laporan itu, pihak Polsek Percut Sei Tuan saat dikonfirmasi mengakui laporan tersebut. “Tanya saksinya, uda diperiksa gak, kalau belum suruh siapkan dua orang biar besok pagi kami periksa,” sebut salah seorang penyidik. (Nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *