MEDAN, ARMADA BERITA – Puluhan karyawan perusahaan umum daerah (PUD) Pasar Kota Medan bersama para pedagang menggelar aksi protes di halaman kantor Walikota Medan, Jumat (29/12/2023).
Dalam orasinya, Salman Teguh, mantan pegawai PUD Pasar Medan yang dicopot dari jabatan tanpa alasan meminta Walikota Medan Bobby Nasution segera mencopot Suwarno karena dianggap tidak mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Sementara PUD Pasar mengelola 53 pasar tradisional, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hanya menyumbang PAD di 2021 sebesar Rp1 miliar. PUD Rumah Potong Hewan dan PUD Pembangunan justru makin lemah.
Sebab, menurut Salman, kurun waktu 2 tahun sejak Suwarno menjabat Dirut PUD Pasar Kota Medan malah telah tiga kali menambah pegawai. Termin pertama sebanyak 13 orang, kedua ada 7 orang dan ketiga 15 orang

Selain minim capaian dan inovasi, Salman juga mengkritik kepemimpinan Suwarno karena hingga saat ini belum membayar Tunjangan Hari Raya (THR) para pegawai.
“Dirut PUD Pasar Kota Medan sangat membebani perusahaan. Sepertinya pegawai yang baru ini ‘jatahnya’ para ketua. Tentu ini merugikan perusahaan dan kami khawatir tidak akan mampu membayar THR,” kata Salman.
Salman menyebut pejuang PUD Pasar sebagai pemberani dan akan dikenang dalam sejarah karena tidak rela melihat perusahaannya hancur di tangan orang yang tidak bertanggung jawab.
Salman selaku koordinator aksi massa menuturkan alasan memilih Kantor Walikota Medan merupakan gedung bertuah dan menyimpan banyak petuah leluhur.
Hal yang sama disampaikan Anthony J Sirait dan Megawati Silalahi, mewakili pedagang pasar Kampung Lalang. Anthony menganalogikan kepemimpinan Suwarno ibarat seperti kapal laut yang sedang berlayar tanpa arah dan tujuan yang jelas. Seperti pedagang Pasar Kampung Lalang nyaris tak berpenghuni.
Apalagi, sambung Anthony, lapak pedagang di lantai satu tinggal 50% yang aktif berjualan. Lalu dilantai dua, tinggal 20% dari 180 pedagang setiap lantai. Sisanya berdagang di luar gedung pasar karena ada sejumlah kelompok mencari keuntungan pribadi dengan menyediakan lapak liar.
“Pusat Pasar ibarat sebuah kapal, dirutnya hanya nakhoda biasa. Namun sayangnya, nakhoda tidak tahu mengarungi samudera lautan,” sebut Anthony Sirait dalam orasinya sembari bentangkan spanduk ‘PUD Pasar Kota Medan makin terpuruk’.
Dijelaskan Anthony aksi unjuk rasa merupakan salah satu bentuk kekuatan dan semangat pejuang PUD Pasar Medan dalam menuntut perubahan positif dan kepemimpinan yang mampu memajukan perusahaan secara berkelanjutan.
Menanggapi aksi pegawai PUD Pasar Medan dan pedagang itu, pihak Pemko Medan berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka kepada Walikota Medan Bobby Nasution.
Akhirnya, setelah berorasi cukup lama diantara kawalan pihak Kepolisian dan Satpol PP lalu membubarkan diri secara tertib.
Sementara Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini ditayangkan. (Dewa)










