Deli Serdang, ArmadaBerita.Com
Setelah melakukan pemcaharian di hari kedua, Dustine Diego (17) siswa kelas III di SMA Methodist Tanjung Morawa, Deli Serdang yang hanyut di aliran sungai Blumei, Jalan Khatib Malik, Dusun III, Bandar Labuhan Bawah, Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa, Jum’at (4/9/2020) sekira pukul 16.30 WIB, akhirnya ditemukan.
Remaja pria yang beralamat tinggal di Gang Pekong, Lingkungan IV, Kelurahan Pekan Tanjung Morawa, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang itu ditemukan sudah tak bernyawa tak jauh dari lokasi korban hanyut.
“Jasad korban ditemukan berjarak +/- 100 meter dari TKP sore silekira pukul 16.30 WIB,” Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa, Ipda Dimas Adit Sutono, Sabtu (5/9/2020).
Dijelaskan Ipda Dimas bahwa jenazah korban ditemukan oleh warga sekitar, Awaluddin (52) yang ikut melakukan pencarian korban bersama tim Basarnas dan keluarga korban dengan cara menyelami aliran sungai dari tempat awal korban hanyut.
Usai ditemukan, keluarga korban yang ikut membantu menarik jenazah ke pinggir sungai dan memasukkan ke dalam kantong mayat Basarnas, membawa jasad siswa SMA tersebut menggunakan mobil ambulance PMI.
“Pihak keluarga korban telah mengikhlaskan kejadian tersebut dan bersedia membuat surat pernyataan tidak keberatan,” terangnya.
Sebelumnya, Dustine Diego (17) mandi dan bermain di sungai bersama teman-temannya berinisial, KC (18), JC (15), EP (16), dan DS (15).
Meski tahu kondisi arus sungai deras, mereka keukeh mandi bersama. Mereka pun masuk dan mencoba berenang menyeberangi sungai. DS yang menceburkan diri duluan ke sebrang sungai selamat sampai tujuan. Giliran korban bersama rekan-rekan lainnya berenang bersama untuk menyeberangi sungai.
“Korban bersama teman-teman lainnya menyeberangi sungai bersama dengan bergandengan tangan,” jelas Ipda Dimas.
Namun ketika tepat berada ditengah sungai, ungkap Iptu Dimas, korban dan temannya diterjang arus derasnya sungai sehingga melepaskan diri dan berusaha menyelamatkan diri.
“Teman korban, EP sempat berusaha menyelamatkan korban namun karena derasnya arus sungai berusaha menyelamatkan diri dengan memegang batang bambu dan menepi. Sementara korban tidak dapat diselamatkan dan temannya berusaha meminta bantuan kepada warga setempat,” ungkap Dimas. (Ck)











