Percut, ArmadaBerita.Com
Aksi pencurian bahkan perampokan sadis kian membuat warga di Kecamatan Percut Sei Tuan ketakutan. Belum lagi terungkap aduan kasus pencurian yang menimpa beberapa warga, kini pembunuhan dan diduga disertai perampokan kembali terjadi.
Lagi-lagi korbannya seorang pengemudi ojek online (driver ojol). Pria berperawakan sedikit brewok itu disebut-sebut berinisial, JT (39) warga Jalan Turi, Kelurahan Sidorejo I, Kecamatan Medan Kota.
Menurut informasi, korban tewas dibantai oleh seorang perampok pada saat mengantar penumpangnya di kawasan tepian sungai Tembung, Jalan Duku Raya Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (24/10/2020) sekira pukul 00.30 WIB.
Korban dihabisi dengan cara ditikam menggunakan senjata tajam oleh penumpangnya sendiri.
“Penumpangnya juga yang nikam. Sudah beredar informasi ini di group kami sesama ojeck online,” kata salah seorang rekan korban sesama ojol.
Pelaku diduga kuat sengaja ingin merampok sepeda motor Yamaha jenis NMAX yang digunakan korban. Namun saat itu korban melawan, sehingga pelaku dengan bringas menghujamkan senjata tajamnya.
“Korban ditikam beberapa kali, namun sempat berlari minta tolong,” bilangnya lagi.
Warga mendengar jeritan korban dan dengan kondisi wajah dan tubuh berlumuran darah, sehingga warga langsung mendekat. Pelaku yang mengetahui itu berupaya kabur. Namun karena tubuhnya yang tambun, membuat laju pelaku dengan mudah ditangkap warga.
Massa yang emosi lantas menghakimi pelaku. Tanpa rasa ampun, pelaku pun tak lagi bergerak dengan wajah bonyok berlumuran darah.
Bahkan karena geram, warga sempat menelanjangi pakain pelaku, hingga dikabarkan juga ikut tewas karena kondisi tubuh penuh luka akibat di massa. Usai melampaiaskan kemarahannya, warga lalu memberitahu polisi.
“Iya ngeri kali semalam bang, Uwak-uwak yang dibegel dan ditikam pakai pisau. Seorang pelakunya dipukuli bahkan ditelanjangi dan tewas juga. Katanya pun kemaluannya sempat dianiaya,” bilang warga yang berdomisili di Bandar Khalipah.
Warga yang bermukim tak jauh dari lokasi juga menuturkan, diduga pelaku tak seorang diri. Seorang pelaku, kata warga yang minta namanya tak disebutkan, berpura-pura menjadi penumpang. Sementara salah seorang lagi diduga berada dibelakang dan mengikuti temannya mengincar supir ojol.
“Pas kejadian di dekat pinggiran sungai itu, pelakunya seorang pelakunya berhasil ditangkap lalu dipukuli sampai diseret ke depan perumahan Griya Nafisah yang nggak begitu jauh dari situ. Duggannya ada pengendara motor lain mengikuti dari belakang, kan bisa aja teman pelaku,” ujar warga.
Warga juga mengaku bahwa kawasan pinggiran sungai Tembung (TKP) memang rawan terjadi aksi perampokan.
“Disitu memang rawan kalai kalau sudah malam. Apalagi disitu gelap dan masih banyak pepohonan, sehingga perampok berani. Udah beberapa kali di dengan perampokan kreta (motor) disitu. Hati-hatilah kalau lewat disitu,” beber warga sekitar berinisial LA.
Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Ricky Pripurna Atmaja, bersama Kanit Reskrimnya Iptu JH Panjaitan membenarkan peristiwa begal tewas di wilayah hukumnya dan juga menyebabkan pelaku tewas di massa.
“Iya benar. Saat ini masih dalam proses penyidikan,” ucap singkat, AKP Ricky Pripurna Atmaja. (Nst)











