NEWS  

Balap Liar di Tapioka Siantar Makan Korban, Penontonnya Tewas Ditabrak

Share

Siantar, ArmadaBerita.Com

Seorang penonton balapan liar di Tapioka Jalan Medan, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba yang menjadi korban dari aksi para joki, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Korban berjenis kelamin lelaki itu sebelumnya dibawa ke ruang forensik RSUD Djasemen Saragih dan dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan hebat pada bagian kepala.

Saat ini, Minggu (5/3/2023) siang jam 12.00 WIB, jenazah korban sudah dibawa oleh pihak keluarganya agar dilakukan proses pemakaman.

“Benar sudah dijemput keluarganya dan kasus ini terus kita tangani. Untuk informasi korban ditabrak joki balap liar, itu masih terus kita dalami,” kata Kasat Lantas Polres Siantar AKP Relina Lumbangaol.

Dari keterangan keluarga, korban bernama FS Damanik (17) pelajar yang beralamat tinggal di Jalan Veteran, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.

Soal beredarnya vidio korban kejang-kejang di aspal Jalan, Relina sangat terharu. Karenanya, masyarakat diharapkan agar tidak cepat memposting dengan wajah yang tidak disamarkan.

“Vidio atau poto korban jangan diviralkan kalau belum diblur, kasian keluarganya. Kadang orang cepat mempoto bukan cepat memberi pertolongan,” ketusnya.

Untuk kedepannya, mantan Kasat Binmas tersebut berharap supaya masyarakat punya empati terhadap situasi laka lantas. Relina juga berdo’a agar korban yang meninggal dunia tenang disisi Tuhan.

Selain itu, Relina berharap agar masyarakat tetap berhati-hati dalam berkendara. Untuk anak dibawa umur, maunya dibawa pengawasan orang tua dan mengutamakan keselamatan.

“Anak dibawa umur tidak diperkenankan membawa sepeda motor. Jadi, kita semua harus berperan mengawasi. Pelajar jangan dibiarkan diluar bermain sampai tengah malam karena yang datang hanya penyesalan,” papar Relina.

Masih kata Relina, dirinya berpesan agar orang tua tidak membiarkan sepeda motor anaknya menggunakan knalpot racing. Sebab, hal itu justru memicu untuk kumpul-kumpul lalu balapan.

“Ayo semuanya, kita kawal anak-anak bangsa ini. Saya sendiri pun selalu rajin ke sekolah-sekolah untuk mengingatkan agar mereka tetap dalam pengawasan para guru,” tutupnya Regina mengakhiri.

Sebelumnya, korban ditemukan sudah dalam keadaan bersimbah darah. Tidak ada satu orang pun yang memberi pertolongan, justru di abadikan via handphone.

Balapan liar berlangsung karena terlepas dari pantauan Polisi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Siantar.

Video korban, beredar di status media sosial whatsapp, dimana kecelakaan terjadi di tengah gelaran balap liar, Minggu (5/3/2023) dini hari pukul 00.30 WIB.

Dari isi vidio berdurasi 7 detik itu, korban mengenakan kaos dan jaket hitam, bercelana jeans panjang.

Pengunggah video bernama Fitri menaruh caption ‘balap liar’. Dia menyaksikan korban sudah kejang-kejang, akibat banyaknya darah yang keluar dari mulut, hidung dan telinga. (Hay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *