Jakarta, ArmadaBerita.Com – Pasar modal Indonesia mencatat kinerja kuat sepanjang 2025. IHSG ditutup pada level 8.646,94 poin, atau naik 22,13 persen (ytd) dan beberapa kali menyentuh rekor tertinggi baru. Investor asing kembali mencatatkan net buy Rp36,23 triliun pada semester II-2025, menandakan pulihnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi nasional.
Penghimpunan dana pasar modal mencapai Rp275 triliun melalui 215 penawaran umum, termasuk 18 emiten baru dengan nilai IPO Rp14,41 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian naik menjadi Rp18,1 triliun. Jumlah investor juga meningkat menjadi 20,2 juta SID, didominasi usia di bawah 40 tahun.
Hal itu dikemukakan pada Pembukaan Perdagangan Perdana Bursa Efek Indonesia 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026) yang dipaparkan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman dan turut dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, pimpinan lembaga keuangan negara, serta pelaku industri pasar modal.
Meski demikian, OJK menilai masih ada ruang penguatan karena pertumbuhan LQ45 hanya 2,41 persen dan rasio kapitalisasi pasar terhadap PDB baru mencapai 72 persen, di bawah beberapa negara kawasan. Porsi transaksi investor ritel yang meningkat hingga 50 persen memperkuat urgensi perlindungan investor dari manipulasi pasar.
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengungkapkan BEI telah menyiapkan masterplan 2026–2030 dengan target menjadikan pasar modal Indonesia lebih inovatif, transparan, inklusif, dan berdaya saing global. “Target ambisius ini didukung oleh penguatan, peningkatan kualitas emiten dan investor serta perluasan partisipasi publik,” ungkapnya.
BEI juga menekankan pentingnya pendalaman produk pasar modal agar berperan lebih besar dalam pembiayaan jangka panjang perekonomian nasional. (*)











