Medan  

Sungai Deli Kian Kritis, Zakiyuddin Harahap Turun Langsung ke Aliran Sungai: Saatnya Medan Bangun Kesadaran Baru!

Share

Medan, Armadaberita.com — Sungai Deli kembali mendapat sorotan besar. Bukan hanya karena kondisinya yang semakin memprihatinkan akibat sedimentasi dan tumpukan sampah, tetapi karena aksi nyata yang dilakukan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, yang terjun langsung membersihkan aliran sungai pada Minggu (8/2/2026).

Dalam rangka HUT ke-18 Partai Gerindra, aksi bersih-bersih ini dilaksanakan bersama Gubernur Sumut Bobby Nasution, Ketua DPD Gerindra Sumut Ade Jona Prasetya, dan Anggota DPR RI Sugiat Santoso. Menggunakan perahu karet milik BNPB dan BPBD, rombongan menyusuri aliran Sungai Deli dari Dermaga Taman Avros hingga Jembatan Kampung Aur sambil memungut sampah satu per satu.

Namun lebih dari sekadar kegiatan seremonial, aksi ini menjadi pengingat keras bahwa Sungai Deli berada pada kondisi yang tidak bisa lagi diabaikan.

Sungai Bersejarah yang Kini Darurat Kebersihan

Sungai Deli bukan hanya ikon sejarah Kota Medan, tetapi juga urat nadi yang memengaruhi lingkungan, kesehatan, dan kehidupan ribuan warga di bantaran sungai. Sayangnya, bertahun-tahun Sungai Deli dibiarkan menghadapi:

  • Penumpukan sampah rumah tangga
  • Sedimentasi berat
  • Penurunan kualitas air
  • Pemukiman padat di bantaran sungai
  • Minimnya kesadaran warga menjaga kebersihan

Itulah sebabnya aksi turun langsung para pemimpin daerah ini membawa pesan penting: kebersihan Sungai Deli bukan tugas pemerintah semata, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat.

Sejalan dengan Instruksi Presiden Prabowo Subianto

Gubernur Bobby menegaskan bahwa pembersihan Sungai Deli merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI Prabowo Subianto agar pemerintah daerah benar-benar hadir dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Ini bukan hanya bersih-bersih satu hari. Ini harus jadi gerakan bersama,” ungkapnya.

Dialog Dengan Warga Bantaran Sungai

Selain menyusuri sungai, rombongan menyempatkan diri berdialog dengan warga Kelurahan Aur. Banyak persoalan muncul langsung dari masyarakat: banjir saat hujan, bau tidak sedap, sampah kiriman, hingga pendangkalan yang semakin parah.

Para peserta menyadari bahwa tanpa kesadaran bersama, kebersihan Sungai Deli tidak akan pernah bertahan lama.

Harapan Baru Untuk Sungai Deli

Kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng untuk petugas kebersihan serta pembagian tong sampah dan bibit tanaman kepada warga.

Aksi ini bukan sekadar momen perayaan. Banyak pihak berharap langkah ini menjadi awal dari revitalisasi berkelanjutan Sungai Deli, sehingga sungai bersejarah ini kembali menjadi kebanggaan dan bukan sumber masalah bagi Kota Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *