Medan, Armadaberita.com -Pemerintah Kota Medan berencana menyurati seluruh rumah dan bangunan di sepanjang bantaran Sungai Deli. Imbauan ini disampaikan setelah Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, meninjau langsung kondisi sungai yang dipenuhi sampah pada Kamis, 5 Februari 2026.
Zakiyuddin menyusuri Sungai Deli menggunakan perahu karet, mulai dari kawasan Taman Avros hingga bawah Jembatan Raden Saleh. Dari peninjauan itu, ia menemukan banyak sampah yang dibuang langsung ke aliran sungai, serta bangunan yang berdiri di badan sungai dan mempersempit aliran air.
“Ini salah satu faktor banjir di Medan. Sungai makin dangkal, makin sempit, dan sampah berserakan di mana-mana,” kata Zakiyuddin. Ia didampingi Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana, Plt Kepala SDABMBK Gibson Panjaitan, dan Plt Kabag Tapem Rasyid Ridho Nasution.
Zakiyuddin mengatakan rumah-rumah yang berdiri terlalu dekat dengan sungai sangat berisiko membuang sampah ke aliran air. Keberadaan bangunan di badan sungai juga membahayakan warga karena rawan longsor dan banjir. “Tadi kita lihat sendiri ada rumah yang sudah rubuh akibat banjir. Kalau tetap dibiarkan, bisa memakan korban jiwa,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan pembersihan Sungai Deli merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta seluruh kepala daerah dan Forkopimda memperkuat gerakan kebersihan lingkungan, dimulai dari rumah dan kantor masing-masing.
Meski pembersihan lingkungan sudah rutin dilakukan kecamatan dan P3SU, Zakiyuddin menyebut kegiatan ini untuk menegaskan kembali komitmen seluruh aparatur pemerintah. “Minimal ASN mulai membiasakan hidup bersih. Itu tugas kita sekarang,” katanya.
Zakiyuddin juga meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) segera melakukan normalisasi Sungai Deli. Menurut dia, sekitar 20 tahun terakhir tidak ada normalisasi besar, sehingga sungai semakin dangkal.
“Kita dorong tahun ini normalisasi bisa dimulai: pengerukan, pelebaran, semuanya. Kalau tidak, Medan akan terus dilanda banjir seperti dua tahun terakhir,” ujarnya.
Pemko Medan akan berkoordinasi dengan BWSS dan pemerintah pusat mengenai rencana normalisasi tersebut. Pemerintah kota juga berharap pembangunan rumah susun dapat menjadi solusi relokasi bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.











