Tragis di Pelabuhan Balige! Nahkoda Kapal Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Gudang, Awak Kapal Histeris Temukan Sang Kapten

Oplus_16908288
Share

Balige, BonariNews.com – Suasana tenang di Pelabuhan Mulia Raja, Kelurahan Napitupulu Bagasan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, mendadak berubah mencekam pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Para pekerja dan awak kapal sontak geger setelah seorang nahkoda ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sebuah gudang dekat kapal.

Korban diketahui bernama Tunggul Simanjuntak, 52 tahun, warga Kelurahan Lerbak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Ia merupakan kapten kapal yang bertugas di kapal milik operator pelayaran kawasan Danau Toba.

Peristiwa mengejutkan itu dibenarkan oleh Kapolres Toba melalui Kapolsek Balige, AKP Libertius Siahaan, yang menerima laporan dari lokasi kejadian. Menurut keterangan polisi, dua saksi yang merupakan Anak Buah Kapal, Pradipta Marbun, 23 tahun, dan Joni Andre Manullang, 21 tahun, hendak mengambil helm dari Ruangan Gudang Wings Ramdor yang berada tepat di depan kapal penumpang.

Saat membuka pintu gudang yang sebelumnya dalam keadaan tertutup, saksi langsung terpaku melihat tubuh sang nahkoda tergantung dengan sehelai selimut kecil berwarna biru kehijauan yang diikatkan pada sebatang pipa besi di dinding gudang. Panik dan ketakutan, saksi segera memanggil awak kapal lain yang sedang berada di sekitar area KMP Kaldera Toba.

Tak lama kemudian, polisi dari Polsek Balige bersama Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Toba tiba di lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan area, dan mengevakuasi jenazah. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Porsea untuk pemeriksaan lanjutan.

Kapolsek mengungkapkan, korban sebelumnya memiliki riwayat penyakit jantung. Rekan-rekan korban menyebutkan bahwa sang nahkoda baru saja menjalani operasi pemasangan ring dan sempat disarankan dokter untuk menjalani operasi bypass. Polisi menduga kondisi kesehatan itu menjadi pemicu tekanan mental yang kuat bagi korban.

Kru kapal juga mengatakan, pada pagi hari itu, korban tidak terlihat beraktivitas seperti biasa. Pintu kamar korban ditemukan tidak terkunci, sementara telepon genggamnya tergeletak begitu saja di atas meja. Mereka juga menegaskan bahwa korban tidak memiliki masalah pekerjaan maupun konflik dengan rekan kerja.

Meski dugaan awal mengarah pada tindakan bunuh diri, polisi menegaskan penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan. Sejumlah barang bukti diamankan, termasuk selimut kecil berwarna biru kehijauan, sepasang sandal jepit hitam, KTP, serta berbagai obat-obatan dari kamar korban. Polisi juga memeriksa kru kapal dan mempelajari rekaman CCTV untuk memastikan urutan kejadian secara lengkap.

Hingga kini, Polres Toba masih mendalami kasus ini demi memastikan fakta sebenarnya di balik tragedi yang membuat heboh Pelabuhan Balige tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *