Hampir 5.000 Keluarga di Sumatra Utara Menunggu Hunian Pascabencana

Share

ARMADABERITA.COM, MEDAN — Lebih dari 4.900 kepala keluarga di Sumatra Utara masih menunggu kepastian tempat tinggal setelah bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah pada akhir 2025. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu, 10 Januari 2026, mencatat sebanyak 4.958 keluarga menjadi sasaran penerima dana tunggu hunian (DTH).

Dana tunggu hunian diberikan kepada warga yang rumahnya rusak berat sambil menanti pembangunan hunian tetap. Selain DTH, pemerintah juga menyiapkan hunian sementara atau huntara. Total penerima huntara di Sumatra Utara mencapai 1.057 keluarga.

Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan jumlah penerima DTH terbanyak. Di daerah ini, sebanyak 2.460 rumah dilaporkan rusak berat. Pemerintah daerah menetapkan 2.245 keluarga sebagai penerima DTH dan 215 keluarga lainnya menerima bantuan huntara. Namun, penyaluran bantuan masih berjalan bertahap. Dari ratusan keluarga yang telah ditetapkan secara nama dan alamat, penyaluran tahap awal baru menjangkau belasan keluarga.

Pembangunan huntara di Tapanuli Tengah tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Tukka, Tapanuli Tengah Alui, dan Pandan. Di Kecamatan Pandan saja, ratusan unit huntara tengah disiapkan untuk menampung warga terdampak.

Di Kabupaten Tapanuli Selatan, bencana merusak sedikitnya 2.189 rumah. Bantuan DTH tahap pertama telah diterima hampir 200 keluarga, sementara keluarga lainnya masih dalam proses pendataan. Untuk huntara, belasan unit telah selesai dibangun dan ditempati warga.

Kondisi serupa terjadi di Kota Sibolga. Sebanyak 376 rumah rusak berat akibat bencana. Pemerintah kota memilih skema DTH untuk seluruh warga terdampak. Hingga kini, lebih dari 200 keluarga telah ditetapkan sebagai penerima tahap awal, sedangkan sisanya masih menunggu keputusan kepala daerah.

Di Kabupaten Langkat, jumlah rumah rusak berat tercatat sebanyak 714 unit. Pemerintah daerah telah menetapkan seluruh keluarga terdampak sebagai penerima DTH. Namun, penyaluran bantuan baru menjangkau sekitar separuh dari total penerima.

Sementara itu, di Kabupaten Humbang Hasundutan, jumlah penerima bantuan lebih besar dibanding rumah yang rusak berat. Selain rumah yang hancur, ratusan keluarga lainnya harus direlokasi karena tinggal di wilayah rawan bencana. Hingga saat ini, sebagian besar penerima DTH di daerah tersebut telah menerima bantuan.

Adapun di Kabupaten Tapanuli Utara, bencana merusak 175 rumah. Pemerintah daerah telah menyalurkan DTH tahap pertama kepada puluhan keluarga. Pembangunan huntara juga berjalan, dengan target seluruh unit selesai pada akhir Januari 2026.

BNPB menyebutkan, dana tunggu hunian diberikan sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan. Bantuan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan dasar warga sambil menunggu pembangunan hunian tetap. Pemerintah pusat menegaskan, bantuan hanya disalurkan kepada keluarga yang telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *