EKBIS  

Rakorwil Investasi Sumatera 2025: BI dan Pemerintah Perkuat Sinergi, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Kepala BI Sumut, Rudy Brando Hutabarat memimpin Rakorwil Investasi Sumatera 2025. (Ist)
Share

Batam, ArmadaBerita.Com – Koordinator Wilayah Bank Indonesia Sumatera bersama kementerian dan lembaga terkait menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Investasi Wilayah Sumatera 2025 sebagai langkah memperkuat sinergi pusat–daerah dalam mempercepat realisasi investasi dan mendorong kinerja ekonomi Sumatera.

Kegiatan yang berlangsung di Batam ini dihadiri oleh pemangku kepentingan utama, termasuk Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Investasi/BKPM, BP Batam, serta pemerintah provinsi se-Sumatera.

Rakor dibuka oleh Pj Sekda Provinsi Kepulauan Riau, Luki Zaiman Prawira, yang menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas lembaga serta transformasi pelayanan perizinan untuk menarik lebih banyak investasi. Ia juga mendorong adanya forum konsultasi publik dalam penyusunan aturan turunan terkait implementasi PP No. 25/2025 dan PP No. 28/2025.

Rapat kemudian dipimpin oleh Rudy Brando Hutabarat, Kepala Kantor Perwakilan BI Sumatera Utara selaku Koordinator Wilayah Sumatera. Dalam pengantarnya, ia memperkenalkan konsep BATAM – “Bagaimana Mempermudah Akses dan Tata Kelola Agar Menarik Investor Masuk”, sebagai model kemudahan, kecepatan, dan kepastian perizinan yang bisa direplikasi daerah lain.

Rakor bertujuan mendorong tiga agenda utama:
1. Percepatan penyusunan dan pembaruan RTRW/RDTR serta integrasinya dengan sistem OSS-RBA.
2. Implementasi PP No. 25/2025 dan PP No. 28/2025 untuk meningkatkan iklim usaha dan menekan biaya ekonomi.
3. Penyusunan roadmap penguatan iklim investasi daerah yang selaras dengan RPJMN, sekaligus mendorong promosi investasi terintegrasi di Sumatera paling lambat 2026.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut, Iman Gunadi, menekankan bahwa kepastian dan kemudahan perizinan adalah syarat untuk memunculkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, termasuk pengembangan sektor pariwisata terintegrasi serta pemberdayaan UMKM.

Dari sisi kebijakan ruang, Asisten Deputi Kemenko Infrastruktur, Djuang Fadjar Sodikin, menyoroti urgensi pembaruan RTRW/RDTR yang lebih adaptif dan didukung digitalisasi agar investor lebih mudah mengakses informasi.

Sementara itu, Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya BKPM, Ariawan Cahyo Putro, menekankan pentingnya kelengkapan dan ketepatan KBLI dalam integrasi RDTR dengan OSS-RBA demi mempercepat proses perizinan.

Batam Memasuki Fase Percepatan Investasi

Data LKPM Triwulan III 2025 menunjukkan Batam mulai memasuki fase percepatan investasi, dengan masuknya proyek-proyek besar dari Singapura, Tiongkok, Malaysia, Hong Kong, dan Taiwan. Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, menyampaikan bahwa kualitas tata kelola perizinan serta kepastian hukum sangat menentukan minat investor.

Ia menambahkan bahwa penguatan kewenangan BP Batam dalam perizinan lingkungan dan pemanfaatan ruang menjadi faktor penting percepatan proyek strategis, terutama di sektor industrial waterfront, energi hijau, PLTS, LNG/FSRU, data center, dan ekonomi digital.

Transformasi dengan Prinsip “Think Big, Start Small, Move Fast”

Rakor ditutup dengan penegasan strategi “Think Big, Start Small, Move Fast”, di mana daerah-daerah di Sumatera didorong melakukan langkah konkret dan cepat dalam menghilangkan hambatan investasi, memperkuat kerja sama lintas daerah, serta mengembangkan aglomerasi industri untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, Rakorwil Investasi Sumatera diharapkan dapat dilembagakan baik secara formal maupun informal, melalui: Penunjukan liaison dari setiap provinsi untuk mempercepat penyelesaian isu investasi dan perizinan. Kemudian, Pemetaan potensi serta contoh sukses investasi yang bisa direplikasi. Selanjutnya, Peningkatan inklusivitas investasi agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *