EKBIS  

OJK Perkuat Integritas Pasar Modal dan Percepat Ekonomi Hijau pada 2026

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar pada Pembukaan Perdagangan Perdana Bursa Efek Indonesia 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Share

Jakarta, ArmadaBerita.Com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan fokus kebijakan pasar modal 2026 pada peningkatan integritas pasar, pendalaman likuiditas, penguatan investor institusi, serta percepatan pengembangan ekosistem bursa karbon nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam Pembukaan Perdagangan Perdana Bursa Efek Indonesia 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). Acara turut dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, pimpinan lembaga keuangan negara, serta pelaku industri pasar modal.

OJK juga mendorong perlindungan investor ritel melalui penguatan pengawasan perilaku pasar dan influencer keuangan. Aturan baru mengenai finfluencer kini memasuki tahap finalisasi dan ditargetkan terbit pertengahan 2026, dengan penekanan pada kapabilitas, transparansi, dan kepatuhan perizinan.

OJK akan menyempurnakan kualitas perusahaan tercatat melalui peningkatan free float, transparansi ultimate beneficial owner, serta penegakan exit policy yang lebih tegas. Sepanjang 2025, OJK menjatuhkan sanksi berupa denda, pencabutan izin, dan peringatan tertulis kepada ratusan pelaku pasar.

Di sektor ekonomi hijau, OJK bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan BEI menyiapkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai tindak lanjut Perpres 110/2025 dan penyesuaian POJK 14/2023 untuk menghadirkan sistem bursa karbon yang kredibel dan berstandar internasional.

Mahendra menegaskan OJK akan terus menjaga stabilitas pasar dan memperkuat sinergi sektor keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *