EKBIS  

BI Sumut Gelar Webinar FESyar 2021 Secara Virtual

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara menggelar webinar Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2021 secara virtual melalui zoom meeting pada Selasa, 10 Agustus 2021.

KegiataN webinar kali ini mengusung tema “Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Sumatera Melalui Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah”.

Acara ini dibuka oleh kata sambutan dari Prijono selaku Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia. Dirinya mengajak untuk mendukung dan manfaatkan pertemuan webinar karena hal ini termasuk bentuk kontribusi kita semua dalam mengembangkan ekonomi syariah ke seluruh daerah khususnya Sumatera.

“Meskipun kondisi sulit karena pandemi namun kita tidak surut langkah mendorong ekonomi untuk pemulihan ekonomi bangsa,” sambut Prijono sembari mengajak ke semuanya yang ikut kegiatan webinar.

Prijono mengatakan, dalam momen Muharam ini dapat kita manfaatkan untuk hijrah ke lebih baik. “Konteks hijrahnya dalam halal style misalnya melakukan usah-usaha dalam skala mikro atau makro yang sesuai prinsip syariah yang dapat memberikan kemaslahatan untuk orang banyak,” lanjut Prijono.

Kegiatan webinar yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 16.30 WIB tersebut dihadiri langsung Kepala BI Kpw Sumut, Soekowardojo dan acara juga diisi oleh ketiga narasumber diantaranya Ir. Putu Rahwidhiyasa, MBA, CIPM (Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS), H. Suhardi, SE (Owner Aroma Prima Group) dan Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara).

Salah satu dari ketiga narasumber mengutarakan terkait potensi perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, begitu banyak.

“Potensi dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air ini diantaranya kita memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, masjid dan pesantren tersebar luas, pariwisata halal Indonesia terbaik di dunia, usia produktif dan kelas menengah terus tumbuh, industri keuangan syariah terus bertambah, pangsa pasar UMKM terbesar,” tutur Muhammad Yafiz.

Yafiz juga menambahkan bahwa perlu adanya sinergi dan kolaborasi semua lembaga terkait permasalahan yang kita hadapi saat ini serta mempunyai visi bersama dalam upaya akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) harus berbanding lurus dengan upaya pencegahan Covid-19. (Audry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *