EKBIS  

Ditengah Pandemi Covid-19 Kinerja Perbankan di Sumut Stabil

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Kepala OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Yusup Ansori mengatakan, kinerja perbankan di Sumut masih positif alias stabil dan terjaga.

“Perkembangan kinerja perbankan di Sumatera Utara secara umum masih tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19,” kata Yusup Ansori dihadapan 100 peserta perwakilan Perbankan Syariah dan Pegawai OJK ketika menggelar Webinar Penanganan Pembiayaan Selama Masa Pandemi bersama ASBISINDO SUMUT di kantor OJK Regional 5 Sumbagut, Rabu (5/8/2020).

Dikatakannya bahwa OJK bersama dengan industri jasa keuangan terus berupaya untuk menjaga kinerjanya agar tetap stabil dan berkontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi daerah.

“Selain itu dimasa Pandemi Covid-19 ini, pemantauan kinerja industri jasa keuangan khususnya perbankan dilakukan secara intens dan rutin,” sebut Yusup Ansori yang dalam kesempatan itu turut dihadiri pejabat OJK KR 5 Sumbagut, Yovvi Sukandar sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Yusup Ansori menyampaikan bahwa kondisi perbankan di Sumatera Utara per Juni 2020 masih dalam kondisi yang stabil, tercermin dari aset perbankan umum sebesar Rp266 Triliun dengan pertumbuhan 6,12% secara year on year (yoy).

Sementara untuk aset industri bank umum syariah sebesar Rp15,37 Triliun dapat bertumbuh lebih tinggi di angka 8,60% secara yoy.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh penyaluran kredit yang mencatatkan pertumbuhan 1,08% yoy dengan outstanding kredit sebesar Rp219 Triliun. Khusus untuk pembiayaan syariah, telah tersalurkan sebesar Rp11,99 Triliun dengan pertumbuhan 2,68% yoy.

Dari sisi penggunaan, pembiayaan syariah lebih besar tersalurkan untuk penggunaan konsumtif sebesar Rp6,30 Triliun dibanding untuk modal kerja Rp2,91 Triliun dan pembiayaan investasi sebesar Rp2,78 Triliun.

Hal yang serupa juga terlihat di sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp249 Triliun yang bertumbuh sebesar 7,67% secara yoy. Dari penghimpunan dana tersebut, Rp14,65 Triliun merupakan DPK kegiatan usaha syariah dengan pertumbuhan 7,47% secara yoy.

“Dengan kondisi tersebut, kinerja intermediasi perbankan umum di Sumatera Utara masih terjaga pada level yang optimal dengan indikator Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 87,81% persen,” tegasnya. (Nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *