Medan, ArmadaBerita.Com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya memperluas akses pembiayaan bagi sektor riil guna memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah ini dinilai strategis karena sektor riil menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi sekaligus kontributor penting bagi perekonomian nasional.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (10/4/2026). Ia menekankan pentingnya dukungan keuangan yang memadai agar pelaku usaha di sektor produktif dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing.
Menurutnya, sektor riil di Sumatera Utara didominasi oleh subsektor perkebunan seperti sawit, karet, kopi, dan kakao, serta industri pengolahan makanan, minuman, dan logam. Selain itu, sektor pertanian padi dan jagung juga menjadi bagian penting yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah, lanjutnya, saat ini berfokus pada hilirisasi produk unggulan, penguatan industri kecil dan menengah (IKM), serta pengembangan koperasi sektor riil. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas daerah sekaligus memperluas lapangan kerja.
Ia juga berharap pemerintah pusat dapat melibatkan bank pembangunan daerah dalam berbagai program pembiayaan, termasuk penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dukungan pembiayaan dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong inklusi keuangan.
Komitmen penguatan sektor riil tersebut sebelumnya juga disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumut. Pemerintah daerah menilai sinergi antara lembaga keuangan dan pelaku usaha produktif menjadi kunci mempercepat pertumbuhan ekonomi regional.
Sementara itu, Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Penjaminan Polis Ferdinand D. Purba menyebutkan kontribusi daerah sangat signifikan terhadap perekonomian nasional. LPS, kata dia, terus meningkatkan literasi keuangan serta kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan, termasuk melalui edukasi kepada generasi muda dan pelaku UMKM mengenai pengelolaan keuangan dan fungsi penjaminan simpanan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Sumatera Utara masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Pulau Sumatera. Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi daerah ini tercatat sebesar 4,53 persen secara tahunan, dengan sektor transportasi dan pergudangan menjadi salah satu penggerak utama.
Penguatan akses keuangan bagi sektor riil diharapkan mampu mendorong investasi produktif, meningkatkan nilai tambah komoditas, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara secara berkelanjutan.











