Sofyan Tan Road Show ke Kisaran & Tanjung Balai: “Indonesia Kaya, Tapi Rakyat Masih Belum Sejahtera!”

Share

MEDAN, Armadaberita.com — Indonesia kaya sumber daya alam, tapi mengapa rakyatnya masih belum sejahtera? Pertanyaan ini menjadi inti dialog kebangsaan yang dibawakan Sofyan Tan, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, saat road show ke tiga sekolah di Kisaran dan Tanjung Balai, Rabu (4/3/2026).

Sofyan Tan memulai kunjungan di SMA Swasta Maitreyawira, Kisaran, dilanjutkan SMA Swasta Methodist 2, Kisaran, dan berakhir di SMA Swasta Sisingamangaraja, Tanjung Balai.

Dalam pemaparannya, Sofyan Tan menyoroti kekayaan alam Indonesia mulai dari emas, gas, nikel, batubara, laut yang kaya, hingga lahan subur untuk pertanian dan ketahanan pangan. Namun kenyataannya, tingkat kesejahteraan masyarakat masih rendah.

Berdasarkan data BPS September 2025, penduduk miskin berjumlah 23,36 juta orang (8,25%), dengan pengeluaran Rp20 ribu per hari. Sedangkan menurut Bank Dunia Mei 2025, angka kemiskinan bisa mencapai 171 juta jiwa (60,3%), dengan standar konsumsi Rp109.600 per hari.

Sofyan Tan menekankan, “Mayoritas penduduk kita masih belum sejahtera meski sumber daya alam melimpah. Pengeluaran Rp3 juta per bulan per rumah tangga jelas belum cukup untuk layak hidup.”

Ia membandingkan Indonesia dengan Korea Selatan, yang setelah 80 tahun merdeka telah menjadi negara maju meski lahan tidak subur. Kunci keberhasilan Korsel, menurut Sofyan Tan, adalah pendidikan dan riset. Partisipasi kuliah Korsel 92% dibanding Indonesia 32%, sementara hasil penelitian Korsel 4 karya riset per tahun, Indonesia 400 ribu, tetapi kualitas dan relevansinya rendah.

Sofyan Tan menegaskan, rendahnya kualitas SDM dan minimnya riset membuat kekayaan alam Indonesia belum bisa dimanfaatkan optimal. Lahan pertanian luas, tetapi impor beras, sayur, dan buah masih lebih tinggi dari ekspor.

Ia memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, khususnya yang bisa melahirkan periset handal. “Kelak, kalian bisa meneliti kekayaan alam Indonesia dan mengelolanya demi kesejahteraan bangsa,” katanya.

Sesi tanya jawab berlangsung antusias, mulai dari motivasi Sofyan Tan meninggalkan dunia medis hingga peluang masa depan generasi muda setelah lulus perguruan tinggi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *