HUMBANG HASUNDUTAN, Armadaberita.com – Seminar motivasi dan workshop penulisan serta penerbitan buku resmi dibuka Jumat (27/2/2026) di Aula Hutamas, Perkantoran Tano Tubu, Kabupaten Humbang Hasundutan. Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (28/2/2026) ini menjadi momentum penting untuk penguatan literasi dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Koordinator Peduli Pendidikan Sumatera Utara, Timbo Eriko Silaban, menjelaskan tujuan kegiatan antara lain: meningkatkan kapasitas guru secara administratif dan performa mengajar, membimbing guru menghasilkan karya tulis berupa buku, serta mengasah kemampuan inovasi pendidikan. Seminar diikuti oleh 300 peserta, 150 hadir secara offline dan 150 mengikuti secara online.
Kegiatan terselenggara atas dukungan Anggota DPR RI, Martin Manurung, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan PT Mata Nara Progresif Jakarta, serta dukungan perbankan nasional seperti Bank Mandiri, BRI, BTN, dan BNI. Kehadiran sektor perbankan menunjukkan komitmen terhadap pendidikan dan literasi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial.
Dalam seminar, Sabam Sopian Silaban, Direktur PT Mata Nara Progresif, menekankan pentingnya guru menulis dan menerbitkan buku sebagai kebanggaan dan warisan bagi guru itu sendiri. Sementara Martua Ferry Siburan memaparkan bagaimana guru dapat menjadi inspirasi bagi rekan sejawat, siswa, dan lingkungan sekolah.
Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, menegaskan pembangunan daerah tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas manusia. Menurutnya, literasi, berpikir kritis, dan kreativitas adalah fondasi untuk mencetak generasi yang berdaya saing.
Seminar menghadirkan narasumber dari kalangan penulis, akademisi, dan pegiat pendidikan, membagikan materi motivasi diri, teknik penulisan, penyusunan naskah, hingga strategi penerbitan buku. Peserta tidak hanya mendapat pembekalan teoritis, tetapi juga pendampingan awal untuk mulai menyusun karya tulis mereka.
Martin Manurung menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong peningkatan kapasitas masyarakat. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menciptakan ekosistem literasi berkelanjutan di Humbang Hasundutan. Selama dua hari, kegiatan ini diharapkan melahirkan penulis baru yang dapat mendokumentasikan potensi daerah, budaya lokal, dan gagasan konstruktif dalam bentuk karya literasi.











