Jakarta, armadaBeritaCom – Hasil survey Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, menyatakan, Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara soal tingkat literasi. Kita berada pada posisi 10 terbawah, negara yang payah berliterasi.
Menanggapi kenyataan itu, saat menerima proyek Pelayanan Komunitas di kampus Ukrida yang terbesit di pikiran kami adalah bagaimana cara membantu anak-anak Indonesia untuk meningkatkan semangat belajar dan memajukan literasi di Indonesia.
Dalam pencarian mitra, kami menemukan banyak anak muda yang menjadi penggerak ataupun pialang dari komunitas-komunitas tersebut. Dan ini merupakan hal yang cukup membuat kami bangga akan keinginan hati mereka untuk memajukan literasi anak-anak Indonesia.
Dari sekian komunitas yang kami cari dari internet dan sosial media kami menemukan satu komunitas yang bernama Taman Baca Masyarakat Patria (TBM Patria) yang berlokasi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

TBM Patria didirikan dengan tujuan yang mulia yaitu menyediakan wadah bagi anak-anak dari warga sekitar untuk berkumpul belajar dibandingkan hanya bermain di area tersebut. TBM Patria memiliki jadwal belajar setiap Senin sampai dengan Minggu di jam 4 sore. Anak-anak di TBM Patria ini berusia sekitar 5 sampai dengan 12 tahun yang terdiri dari 10-30 anak di setiap pertemuannya.
Pendiri TBM Patria ini diinisiasikan oleh Remaja ataupun Karang Taruna dari wilayah setempat. Mereka juga merupakan remaja yang aktif dalam kegiatan-kegiatan di masjid. TBM Patria tersebut berada tepat di halaman masjid dengan perlengkapan yang secukupnya.
Walau begitu gairah untuk belajar dari anak-anak di TBM Patria sangat luar biasa dan bisa kami rasakan, bahkan dalam beberapa pertemuan kami mereka setia untuk datang dan belajar bersama kami. Bagi kami semua, ini merupakan pengalaman yang sangat baru dan belum pernah kami lakukan sebelumnya.
Di awal proyek ini kami cukup kuatir akan keterbatasan kemampuan kami untuk mengajar, namun di hari pertama kami mulai mengajar kami mendapatkan kesan pertama yang sangat baik, yaitu semangat anak-anak untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar yang akan kami lakukan.
Pastinya semangat yang diberikan anak-anak membuat kami para pengajar juga semakin percaya diri untuk melakukannya. Selain menambah pengalaman hidup, kami juga merasa senang untuk bisa sedikit membantu anak-anak Indonesia untuk meningkatkan kualitas literasi.
Dari pengalaman ini, kami berharap lebih banyak lagi anak-anak muda yang mendukung kemajuan literasi di Indonesia, karena hal ini bukan hanya tugas dari para guru di sekolah tapi juga merupakan tugas kita semua.
Bahkan dari pemikiran sederhana dari TBM Patria yang tidak ingin anak-anak hanya bermain saja di area itu, mereka membangun komunitas ini yang kami semua harapkan kedepannya komunitas ini semakin banyak dijangkau oleh orang-orang diluar sana yang bisa mendukung baik dari sisi material maupun non material.
Hal kecil yang mereka lakukan cukup memberi dampak bagi bangsa ini dalam memajukan literasi di Indonesia, dari kesempatan ini kami juga menyadari bahwa kemajuan belajar anak-anak di Indonesia bukan hanya dari mereka sekolah tetapi juga sudah banyak komunitas seperti Taman Baca Masyarakat ini yang menaruh hatinya untuk memajukan literasi dan meningkatkan semangat belajar anak-anak di Indonesia. (*)
Naskah artikel ini ditulis oleh Tim Mahasiswa UKRIDA yang beranggotakan : Elvira Erin, Monica Manullang, dan Yohanna Graciani.











