Armadaberita.com, Paluta –Kegiatan Latihan Gabungan (Latgab) dan Orientasi Kepalangmerahan yang diikuti ratusan siswa madrasah dari berbagai tingkatan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menuai apresiasi dari berbagai pihak, Sabtu (22/11).
Kegiatan yang dipusatkan di kompleks MTsN 4 Paluta ini dinilai berhasil memberi wawasan sekaligus membentuk karakter generasi muda melalui pembinaan Palang Merah Remaja (PMR).
Salah satu orang tua peserta, Angri Harahap (45), menyampaikan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan positif tersebut.
“Kalau saya ditanya, luar biasa dan sangat berkesan bagi anak saya pribadi. Kami orang tua berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut, jangan hanya sehari saja,” ujarnya.
Pujian serupa juga datang dari para kepala madrasah yang hadir menyaksikan langsung Latgab dan orientasi tersebut.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Dan harus dilanjutkan, jangan sampai berhenti di sini saja,” tegas Ustaz Mukrin Siregar, yang diamini para kepala madrasah lainnya.
Kemenag Nyatakan Dukungan
Latgab dan Orientasi Kepalangmerahan resmi dibuka Kepala Kemenag Paluta H. Mara Timbul Daulay, yang diwakili Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, H. Dian Siregar, MA. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PMI Paluta Tohong P. Harahap, perwakilan BPBD, pengurus PMI, pelatih, serta undangan lainnya.
Sebagai inspektur upacara, H. Dian Siregar menegaskan komitmen Kemenag untuk mendukung sinergi pembinaan generasi muda melalui PMI dan PMR, khususnya dalam menanamkan nilai kemanusiaan sejak dini.
“Kami menekankan peran strategis PMI melalui PMR sebagai wadah pembentukan karakter di lingkungan madrasah, yang terus menebarkan nilai-nilai kebaikan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis kepalangmerahan, serta mempererat solidaritas antar-madrasah di lingkungan Kemenag Paluta.
PMI: Ladang Amal Jariyah
Ketua PMI Paluta, Tohong Pangondian Harahap, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan suksesnya kegiatan tersebut.
“Bergabung di PMI adalah ladang amal jariyah. Insya Allah, latihan ini akan melahirkan sukarelawan muda yang handal, kompeten, peka, dan inovatif dalam mengemban misi kemanusiaan,” pungkasnya.











