ARMADABERITA.COM, BATANG TORU — Penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan terus dilakukan secara terpadu. Melalui Operasi Aman Nusa II, personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara bersama unsur gabungan TNI dan Polri turun langsung membantu pemulihan lingkungan dan kehidupan warga terdampak di Kecamatan Batang Toru, Selasa (20/1/2026).
Sebanyak satu satuan setingkat kompi atau sekitar 75 personel Brimob dikerahkan dalam kegiatan ini. Pasukan dipimpin langsung oleh Komandan Kompi Satgas Operasi Aman Nusa II, AKP Tahi Parulian Hutagalung, dan difokuskan untuk membantu warga di Desa Batu Horing, Desa Batu Hula, serta Desa Napa. Kehadiran personel di lapangan menjadi bagian dari komitmen Polri dan TNI dalam mempercepat pemulihan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.
Untuk menyesuaikan kebutuhan di lokasi, personel dibagi ke beberapa peleton. Peleton I yang dipimpin Ipda Hotlin Purba membantu warga yang akan menempati tenda hunian sementara di Desa Batu Hula. Selain itu, personel juga membuka kembali akses jalan menuju fasilitas kamar mandi umum di Desa Batu Horing yang sempat tertutup material banjir dan longsor, sehingga dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
Di lokasi lain, Peleton III di bawah pimpinan Aiptu Pramudian difokuskan pada penanganan jangka menengah. Bersama personel gabungan, mereka melakukan pengangkutan tanah dan pembukaan lahan untuk pembangunan hunian tetap di Desa Napa. Kegiatan ini didukung oleh penggunaan alat berat, seperti ekskavator, loader, dan dump truck, serta pengerjaan manual berupa pemotongan kayu dan pengaturan akses menuju lokasi pembangunan.
AKP Tahi Parulian Hutagalung mengatakan, keterlibatan Brimob dalam Operasi Aman Nusa II tidak hanya sebatas penanganan darurat, tetapi juga mendukung proses pemulihan yang berkelanjutan. Menurut dia, penyediaan hunian sementara dan persiapan hunian tetap menjadi langkah penting agar warga dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih aman dan layak.
“Kami berupaya hadir sejak tahap darurat hingga pemulihan. Harapannya, masyarakat tidak hanya terbantu secara fisik, tetapi juga merasa didampingi dalam proses bangkit pascabencana,” ujarnya.
Sejumlah titik pembersihan dan penanganan berhasil diselesaikan, mulai dari pendampingan warga menuju hunian sementara, pembukaan akses fasilitas umum, hingga penyiapan lahan hunian tetap. Warga setempat pun menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kerja sama personel gabungan TNI dan Polri yang dinilai sangat membantu mereka melewati masa sulit setelah bencana. (Lindung)











