Medan, ArmadaBerita.Com – Komunitas Tafahum Sumatera Utara (Sumut) bersama Yayasan Perguruan Al Fattah menggelar kegiatan Pembinaan Mental Rohani (PMR) pada 4–5 Maret 2026 di Aula Yayasan Perguruan Al Fattah, Jalan Cemara, Medan.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 148 siswa tingkat SMP, SMA, dan SMK sebagai bagian dari penguatan karakter religius dan pembentukan mental spiritual generasi muda.
Ketua Panitia, Eva Kurniasih, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan PMR dirancang untuk membentuk mental siswa agar menjadi pribadi yang lebih baik. “Harapan kami, anak-anak bisa berubah mentalnya menjadi lebih baik, dan yang sudah baik semakin meningkat kualitasnya,” harap Eva pada pembukaan PMR, Rabu (4/3/2026).
Penguatan Fardhu Kifayah dan Kesadaran Spiritual
Materi utama yang diangkat dalam PMR tahun ini adalah fardhu kifayah, disampaikan oleh Komunitas Tafahum Peduli Umat Sumatera Utara. Materi dimulai pukul 10.00 WIB hingga pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah yang dipimpin Kepala SMP, Ahmad Safwan, S.Pd.I.
Ketua Tafahum Sumut, Drs. Zakaria Koto, ZA., dalam arahannya menegaskan pentingnya generasi muda memahami kewajiban kolektif umat Islam, khususnya dalam pengurusan jenazah.
“Setiap makhluk hidup pasti akan bertemu ajal. Alangkah baiknya jika seorang anak mampu mengurus jenazah orang tua atau keluarganya sendiri sesuai tuntunan syariat,” tegasnya.
Materi fardhu kifayah disampaikan secara komprehensif, mulai dari sikap seorang Muslim saat menghadapi sakaratul maut, tata cara memandikan jenazah, mengkafani, hingga praktik langsung pembungkusan jenazah. Empat siswa — Dela, Naya, Rehan, dan Ihsan — menjadi model praktik, sementara Ilham berperan sebagai model jenazah dalam simulasi memandikan.
Dalam kegiatan ini, Tafahum Sumut menurunkan sejumlah anggotanya, antara lain Nayla Salsabila (Mahasiswi Wilmar), Ayuni (alumni pesantren), Naura (Siswi Sinar Husni), Jopi Lesmana (Bendahara Tafahum), Arif (Sekjen Tafahum), serta Ketua Tafahum Sumut Drs. Zakaria Koto, ZA.

Sinergi Pendidikan dan Pembinaan Karakter
Perwakilan kepala sekolah, Ahmad Safwan, S.Pd.I., berharap kegiatan ini memberi bekal nyata bagi peserta didik. “Walaupun singkat, semoga kegiatan ini menambah pengetahuan dan pengalaman anak-anak dalam mengurus jenazah di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Harapan kami, mereka bisa menjadi bilal mayit, terutama bagi kedua orang tua yang dicintai,” ungkapnya.
Ketua Yayasan Perguruan Al Fattah, H. Wagirun, SH, M.Sc, menegaskan pentingnya kegiatan religius sebagai fondasi pendidikan karakter. “PMR ini sangat perlu agar pembinaan mental anak tidak berjalan tanpa arah. Pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan spiritual,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan, termasuk menjaga konsistensi dalam melaksanakan salat tarawih sebagai bentuk ketakwaan.
Secara resmi, kegiatan PMR 2026 dibuka oleh Ketua Yayasan pada pukul 09.00 WIB dengan pembacaan basmalah. Selain fardhu kifayah, peserta juga menerima materi akhlak yang disampaikan Ahmad Safwan serta materi tauhid oleh Ustadz Said Ansharj.
Seluruh rangkaian kegiatan didampingi para kepala sekolah unit, yakni: Kepala SMA: Hj. Yurmaini, S.Ag, Kepala SMK: Weni Heniati, S.T, dan Kepala SMP: Ahmad Safwan, S.Pd.I. Turut hadir pula para dewan guru yang mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung.
PMR 2026 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Yayasan Perguruan Al Fattah dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual. Sinergi antara lembaga pendidikan dan komunitas keagamaan diharapkan mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berilmu, serta siap berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.











